Pelayanan Kesehatan

Pelayanan merupakan suatu aktivitas atau serangkaian alat yang bersifat tidak kasat mata (tidak dapat diraba), yang terjadi akibat interaksi antara konsumen dengan karyawan atau hal-hal lain yang disediakan oleh perusahaan pemberi pelayanan yang dimaksudkan untuk memecahkan persoalan konsumen (Gronroos, 1990 dalam Ratminto dan Winarsih, 2005). Pemanfaatan pelayanan kesehatan merupakan pengunaan fasilitas pelayanan yang disediakan baik dalam bentuk rawat jalan, rawat inap, kunjungan rumah oleh petugas kesehatan ataupun bentuk kegiatan lain dari pemanfaatan pelayanan tersebut yang didasarkan pada ketersediaan dan kesinambungan pelayanan, penerimaan masyarakat dan kewajaran, mudah dicapai oleh masyarakat, terjangkau serta bermutu (Azwar, 2009:45).

Imbalo (2003:19) menyatakan suatu pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh profesi pelayanan kesehatan dan sekaligus diinginkan baik oleh pasien ataupun masyarakat serta terjangkau oleh daya beli masyarakat. Pelayanan kesehatan atau jasa itu bersifat multidimensi, antara lain adalah sebagai berikut: (Azwar, 2009:45).

  1. Kompetensi teknis

Kompetensi tehnik menyangkut keterampilan, kemampuan dan penampilan atau kinerja pemberi pelayanan kesehatan. Kompetensi tehnik berhubungan dengan bagaimana pemberi pelayanan kesehatan mengikuti Standar Pelayanan Kesehatan yang disepakati, antara lain meliputi kepatuhan, ketepatan, kebenaran dan konsistensi. Tidak terpenuhinya kompetensi tehnik dapat mengakibatkan berbagai hal, mulai dari penyimpangan kecil terhadap Standar Pelayanan Kesehatan, sampai kepada kesalahan fatal sehingga menurunkan mutu Pelayan kesehatan dan mebahayakan jiwa pasien.

  1. Keterjangkauan atau Akses terhadap Pelayanan Kesehatan

Keterjangkauan atau Akses artinya Pelayanan kesehatan itu harus dapat dicapai oleh masyarakat, tidak terhalang oleh keadaan geografis, sosial, ekonomi, organisasi dan bahasa. Akses geografis diukur dengan jarak, lama perjalanan, biaya perjalanan, jenis transportasi dan hambatan fisik lain yang dapat menghalangi seseorang untuk mendapat pelayanan kesehatan.

  1. Efektifitas Pelayanan Kesehatan

Pelayanan kesehatan itu harus efektif, artinya harus mampu mengobati atau mengurangi keluhan yang ada, mencegah terjadinya penyakit serta perkembangannya dan atau meluasnya penyakit yang ada. Efektivitas pelayanan kesehatan ini tergantung dari bagaimana Standar Pelayanan Kesehatan itu digunakan dengan tepat, konsisten dan sesuai dengan situasi setempat.

  1. Efisiensi Pelayanan Kesehatan

Sumberdaya kesehatan sangat terbatas, oleh sebab itu dimensi efisiensi ini sangat penting dalam pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan yang efisien akan dapat melayani banyak pasien.

  1. Kesinambungan Pelayanan Kesehatan

Kesinambungan pelayanan kesehatan artinya pasien harus dapat dilayani sesuai kebutuhannya, termasuk rujukan jika diperlukan tanpa mengulangi prosedur diagnosis dan terapi yang tidak diperlukan. Pasien harus selalu mempunyai akses kepada pelayanan kesehatan yang dibutuhkannya. Karena riwayat penyakitnya terdokumentasi dengan lengkap, akurat dan terkini, maka pelayanan kesehatan rujukan yang diperlukan akan dapat terlaksana tepat waktu dan tepat tempat.

  1. Keamanan

Dimensi keamanan maksudnya pelayanan kesehatan itu harus aman baik bagi pasien, bagi pemberi pelayanan ataupun masyarakat sekitarnya. Pelayanan kesehatan yang bermutu harus aman dari resiko cedera, infeksi, efek samping atau bahaya lain yang ditimbulkan oleh pelayanan kesehatan itu sendiri.

  1. Kenyamanan

Kenyamanan tidak berhubungan langsung dengan efektivitas pelayanan kesehatan, namun mempengaruhi kepuasan pasien/konsumen, sehingga mendorong pasien untuk datang berobat kembali ke tempat tersebut. Kenyamanan atau kenikmatan dapat menimbulkan kepercayaan pasien kepada pelayanan kesehatan.

  1. Informasi

Pelayanan kesehatan yang bermutu harus mampu memberikan informasi yang jelas tentang apa, siapa, kapan, dimana dan bagaimana pelayanan kesehatan itu dilaksanakan. Dimensi informasi ini sangat penting pada tingkat Puskesmas dan Rumah Sakit.

  1. Ketepatan waktu

Agar berhasil pelayanan kesehatan itu harus dilaksanakan dalam waktu dan cara yang tepat, oleh pemberi pelayanan yang tepat dan menggunakan peralatan dan obat yang tepat serta dengan biaya yang efisien (tepat).

  1. Hubungan antar manusia

Hubungan antar manusia merupakan interaksi pemberi pelayanan kesehatan dengan pasien atau konsumen, antar sesama pemberi pelayanan kesehatan, hubungan atasan-bawahan, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Puskesmas, Pemerintah Daerah, LSM,  masyarakat, dll. Hubungan antar manusia yang baik menimbulkan kepercayaan atau kredibilitas dengan cara saling menghargai, menjaga rahasia, saling menghormati, responsif, dan memberi perhatian. Mendengarkan keluhan dan berkomunikasi dengan efektif juga penting dan Penyuluhan Kesehatan yang baik bersumber dari komunikasi yang baik. Hubungan antar manusia yang kurang baik dapat mengurangi efektivitas dan kompetensi tehnik pelayanan kesehatan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s