Sistem Informasi Rumah Sakit

Menurut Kadir (2002) Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah sistem informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi biasanya, SIM menyediakan informasi untuk operasi organisasi. SIM juga sering disebut sebagai sistem peringatan manajemen karena sistem ini memberikan peringatan kepada pemakai terhadap masalah maupun peluang.

Sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) sering dianggap sebagai senjata strategik manajemen dalam mengarungi kompetisi yang semakin ketat dalam persaingan produk pelayanan kesehatan. Sistem informasi menyajikan mengenai kegiatan operasional organisasi kepada para pelaku manajemen, sehingga dapat dilakukan perencanaan, pengendalian dan pengembangan strategik organisasi tersebut. Sistem informasi manajemen rumah sakit yang berlangsung menangkap, menyalurkan dan merekam data untuk di tampilkan sebagai informasi penting bagi manajemen (Mahmudin, 2003)

Indikator Kinerja Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit banyak ukuran yang dapat digunakan diantaranya adalah dengan metode PIECES yang terdiri dari Performance, Information/Data, Economic, Control/Security, Efficiency, Service (Whitten, 2006). Masing-masing kategori tersebut dapat dibagi lagi menjadi beberapa kriteria, yakni :

  1. Performance/Kinerja, diperlukan untuk menilai kinerja dari sistem informasi yang telah dirancang, terdiri dari : 1) Throughput, dimana sistem dinilai dari banyaknya kerja yang dilakukan pada beberapa periode waktu. 2) Respon time, yaitu delay rata-rata antara transaksi dan respon dari transaksi tersebut. 3) Audibilitas, yaitu kecocokan dimana keselarasan terhadap standar dapat diperiksa. 4) Kelaziman komunikasi, yaitu tingkat dimana interface standar, protokol, dan bandwith digunakan. 5) Kelengkapan, yaitu derajat di mana implementasi penuh dari fungsi yang diharapkan telah tercapai. 6) Konsistensi, yaitu penggunaan desain dan teknik dokumentasi yang seragam pada keseluruhan proyek pengembangan perangkat lunak. 7) Toleransi kesalahan, yaitu kerusakan yang terjadi pada saat program mengalami kesalahan. 8) Generalitas, yaitu luas aplikasi potensial dari komponen program.
  2. Information and Data/Informasi dan Data, untuk menilai informasi yang dihasilkan dari data yang digunakan, terdiri dari : 1) Accuracy (akurat), dimana informasi atas hasil evaluasi memiliki tingkat ketepatan tinggi. 2) Relevansi Informasi, dimana informasi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan. 3) Penyajian Informasi, dimana informasi disajikan dalam bentuk yang sesuai. 4) Fleksibilitas Data, dimana informasi mudah disesuaikan dengan kebutuhan. 5) Kelaziman data, yaitu penggunaan struktur dan tipe data standar pada seluruh program. 6) Ekspandibilitas, yaitu tingkat dimana arsitektur, data atau desain prosedural dapat diperluas.
  3. Economic/Ekonomi, untuk menilai kinerja sistem informasi yang dihasilkan berdasarkan nilai ekonomis, terdiri dari : 1) Reusabilitas, tingkat dimana sebuah program atau bagian dari program tersebut dapat digunakan kembali di dalam aplikasi yang lain. 2) Sumber Daya, jumlah sumber daya yang digunakan dalam pengembangan sistem, meliputi sumber daya manusia serta sumber daya ekonomi.
  4. Control and Security/Kontrol dan Keamanan, menilai tingkat keamanan dari sistem informasi, yang terdiri dari : 1) Integritas, tingkat dimana akses ke perangkat lunak atau data oleh orang yang tidak berhak dapat dikontrol. 2) Keamanan, yaitu mekanisme yang mengontrol atau melindungi program dan data.
  5. Efficiency/Efisiensi, menilai tingkat kemudahan penggunaan dari sistem informasi yang digunakan, yang terdiri dari : 1) Usabilitas, usaha yang dibutuhkan untuk mempelajari, mengoperasikan, menyiapkan input, dan menginterpretasikan output suatu program. 2) Perbaikan, usaha yang diperlukan untuk mencari dan membetulkan kesalahan pada sebuah program.
  6. Service/Pelayanan, untuk mengetahui bagaimana sistem informasi meningkatkan kepuasan pelanggan, pegawai dan manajemen. 1) Akurasi, yaitu ketelitian komputasi dan kontrol. 2) Reliabilitas, tingkat dimana sebuah program dapat dipercaya melakukan fungsi yang diminta. 3) Kesederhanaan, yaitu tingkat dimana sebuah program dapat dipahami tanpa kesukaran
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s