Sputum

Kata sputum berasal dari bahasa latin yang artinya meludah, disebut juga dahak. Sputum adalah lendir dan materi lainnya yang dibawa dari paru-paru, bronkus dan trakea yang mungkin dibatukkan dan dimuntahkan atau ditelan (Joyce, 2008).

Sputum (dahak) adalah bahan yang dikeluarkan dari paru dan trakea melalui mulut biasanya juga disebut dengan ecpectoratorian. Sputum yang dikeluarkan oleh seorang pasien hendaknya dapat dievaluasi sumber, warna, volume dan konsistennya karena kondisi sputum biasanya memperlihatkan secara spesifik proses kejadian patologik pada pembentukan sputum itu sendiri. Pemeriksaan sputum diperlukan jika diduga terdapat penyakit paru-paru.Membran mukosa saluran pernafasan berespons terhadap inflamasi dengan meningkatkan keluaran sekresi yang sering mengandung mikroorganisme penyebab penyakit (Gandasoebrata, 2004).

Sputum berbeda dengan sputum yang bercampur dengan air liur.Cairan sputum lebih kental dan tidak terdapat gelembung busa diatasnya, sedangkan cairan sputum yang bercampur air liur encer dan terdapat gelembung busa di atasnya.Sputum diambil dari saluran nafas bagian bawah sedangkan sputum yang bercampur air liur diambil dari tenggorokan.Sputum diproduksi oleh Trakheobronkhial tree yang secara normal memproduksi sekitar 3 ons mucus setiap hari sebagai bagian dari mekanisme pembersihan normal (Normal Cleaning Mechanism) tetapi produksi sputum akibat batuk adalah tidak normal.Sputum adalah materi yang di ekspetorasi dari saluran nafas bawah oleh batuk, yang tercampur bersama ludah (Bastian & Yamin, 2006).

Proses Terbentuknya Sputum

Orang dewasa normal bisa memproduksi mukus sejumlah 100 ml dalam saluran napas setiap hari.Mukus ini diteruskan ke faring dengan mekanisme pembersihan silia dari epitel yang melapisi saluran pernapasan. Keadaan abnormal produksi mukus yang berlebihan (karena gangguan fisik, kimiawi atau infeksi yang terjadi pada membran mukosa), menyebabkan proses pembersihan tidak berjalan secara normal sehingga mukus ini banyak tertimbun. Bila hal ini terjadi membran mukosa akan terangsang dan mukus akan dikeluarkan dengan tekanan intra thorakal dan intra abdominal yang tinggi, dibatukkan udara keluar dengan akselerasi yg cepat beserta membawa sekret mukus yang tertimbun. Mukus tersebut akan keluar sebagai sputum. Sputum yang dikeluarkan oleh seorang pasien hendaknya dapat dievaluasi sumber, warna, volume dan konsistensinya, kondisi sputum biasanya memperlihatkan secara spesifik proses kejadian patologik pada pembentukan sputum itu sendiri (Pearce.C, 2006).

Klasifikasi sputum

Klasifikasi sputum dan kemungkinan penyebabnya menurut Joyce (2008):

  1. Sputum yang dihasilkan sewaktu membersihkan tenggorokan kemungkinan berasal dari sinus atau saluran hidung bukan berasal dari saluran napas bagian bawah.
  2. Sputum banyak sekali dan purulen kemungkinan proses supuratif.
  3. Sputum yg terbentuk perlahan dan terus meningkat kemungkinan tanda bronchitis /bronkhiektasis.
  4. Sputum kekuning-kuningan kemungkinan proses infeksi.
  5. Sputum hijau kemungkinan proses penimbunan nanah, warna hijau ini dikarenakan adanya verdoperoksidase, sputum hijau ini sering ditemukan pada penderita bronkhiektasis karena penimbunan sputum dalam bronkus yang melebar dan terinfeksi
  6. Sputum merah muda dan berbusa kemungkinan tanda edema paru akut.
  7. Sputum berlendir, lekat, abu-abu/putih kemungkinan tanda bronkitis kronik.
  8. Sputum berbau busuk kemungkinan tanda abses paru/
  9. Berdarah atau hemoptisis sering ditemukan pada Tuberculosis.
  10. Berwarna-biasanya disebabkan oleh pneumokokus bakteri (dalam pneumonia).
  11. Bernanah mengandung nanah, warna dapat memberikan petunjuk untuk pengobatan yang efektif pada pasien bronkitis
  12. Warna (mukopurulen) berwarna kuning-kehijauan menunjukkan bahwa pengobatan dengan antibiotik dapat mengurangi gejala.
  13. Warna hijau disebabkan oleh Neutrofil myeloperoxidase .
  14. Berlendir putih susu atau buram sering berarti bahwa antibiotik tidak akan efektif dalam mengobati gejala. Informasi ini dapat berhubungan dengan adanya infeksi bakteri atau virus meskipun penelitian saat ini tidak mendukung generalisasi itu.
  15. Berbusa putih-mungkin berasal dari obstruksi atau bahkan edema.

 Kriteria Kualitas Sputum yang Baik

Untuk memperoleh kondisi sputum yang baik petugas laboratorium harus memberikan penjelasan mengenai pentingnya pemeriksaan sputum baik pemeriksaan pertama maupun pemeriksaan sputum ulang.Memberi penjelasan tentang batuk yang benar untuk mendapatkan sputum yang dibatukkan dari bagian dalam paru-paru setelah beberapa kali bernafas dalam dan tidak hanya air liur dari dalam mulut. Teliti pula volume sputumnya yang dikeluarkan pasien harus berjumlah 3,5-5 ml, kondisi sputum untuk pemeriksaan labolatorium adalah penting untuk menghindari kesalahan didalam pemeriksaan, sputum yang baik mengandung beberapa partikel atau sedikit kental dan berlendir kadang-kadang malah bernanah dan berwarna hijau kekuningan (Bastian & Yamin, 2006).

Kuantitas sputum

Kuantitas sputum adalah jumlah sputum yang dihasilkan dengan diukur berdasarkan volume sputum (dalam ml) pada tiap pengambilan. Jumlah atau volume setiap produksi sputum, ketika pasien diwawancara untuk mendapatkan informasi tentang produksi sputum, seseorang dapat membantu mereka memperkirakan jumlah atau volume sputum yang mereka hasilkan dengan menggunakan langkah-langkah seperti satu sendok teh (sekitar 5 ml), sendok makan (sekitar 15 ml) atau segelas penuh (sekitar 1 ons atau 30 ml). Perkiraan yang sama berguna di samping tempat tidur, meskipun kuantifikasi lebih tepat volume dapat diperoleh dengan menggunakan sputum cangkir dikalibrasi (satu dengan ml menandai di samping). Ketika mengukur volume produksi sputum dari waktu ke waktu, adalah penting bahwa pasien diminta untuk meludah hanya ke dalam wadah yang tepat dan menghindari expectorating sekresi oral(Gandasoebrata, 2004).Kuantitas sputum yang baik menurut Kemenkes RI (2012) adalah  setiap pengambilan sputum volume sputum 3-5 ml sedangkan yang tidak baik volume sputum kurang dari 3 mlsetiap pengambilan sampel.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s