Komunikasi Antar Pribadi

Dalam sebuah kehidupan, hampir semua orang  terlibat dalam proses yang terjadi disekelilingnya. Komunikasi itu adalah hal yang paling wajar dalam pola tindakan manusia. Dimana komunikasi sudah berlangsung sejak manusia lahir dan dilakukan secara wajar dan leluasa.

Komunikasi antarpribadi yang dimaksud disini ialah proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih secara tatap muka, antara dua orang atau lebih, baik secara terorganisasi maupun dalam kerumunan orang, seperti yang dinyatakan R. Wayne Pace (1979 :124 ) bahwa “interpersonal communication is comunication involving two or more people in a face to face setting”. Secara umum komunikasi antarpribadi berarti sebagai suatu proses pertukaran makna antara orang-orang yang sedang berkomunikasi. (Rogers, 1988).

Komunikasi antarpribadi mempunyai keunikan karena selalu dimulai dari proses hubungan yang bersifat psikologis dan proses psikologis selalu mengakibatkan keterpengaruhan. Hubungan interpersonal dapat diartikan sebagai hubungan antara seseorang dengan orang lain. Hubungan interpersonal yang baik akan menumbuhkan derajat keterbukaan orang untuk mengungkapkan dirinya, makin cepat persepsinya tentang orang lain dan persepsi dirinya sehingga makin efektif komunikasi yang berlangsung diantara peserta komunikasi. Miller (Rakhmat, 2000 : 146 ) menyatakan bahwa :

“Memahami proses komunikasi interpersonal menuntut hubungan simbiosis antara komunikasi dan perkembangan relasional dan pada gilirannya (secara serentak), perkembangan relasional memengaruhi sifat komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam hubungan tersebut”.

Rakhmat menyebut istilah lain dari hubungan interpersonal yaitu relasi antar pribadi. Rakhmat (2000) memberi catatan bahwa terdapat tiga faktor dalam komunikasi antar pribadi yang menumbuhkan relasi antar pribadi yang baik, yaitu:

  1. Percaya (turst) didefinisikan sebagai upaya mengandalkan prilaku orang untuk mencapai tujuan yang dikehendaki, yang pencapaiannya tidak pasti dan dalam situasi yang penuh resiko. Adapun faktor utama yang menumbuhkan sikap percaya yaitu menerima, empati, dan kejujuran.
  2. Suportif adalah sikap yang mengurangi sikap difensif dalam komunikasi.
  3. Sikap terbuka, yaitu kemauan menanggapi dengan senang hati informasi yang diterima didalam menghadapi hubungan antarpribadi.

Tujuan Komunikasi Antar Pribadi (KAP)

  1. Mengenal diri sendiri dan orang lain. KAP memberikan kita kesempatan untuk memperbincangkan diri kita sendiri, belajar bagaimana dan sejauh mana terbuka pada orang lain serta mengetahui nilai, sikap dan perilaku orang lain sehingga kita dapat menanggapi dan memprediksi tindakan orang lain.
  1. Mengetahui dunia luar. KAP memungkinkan kita untuk memahami lingkungan kita baik objek,  kejadian dan orang lain. Nilai, sikap, keyakinan dan perilaku kita banyak dipengaruhi oleh KAP.
  1. Menciptakan dan memelihara hubungan menjadi bermakna. KAP yang kita lakukan banyak bertujuan  untuk menciptakan dan memelihara  hubungan yangg baik dengan orang lain. Hubungan tersebut membantu mengurangi kesepian dan ketegangan serta membuat kita lebih positif tentang diri kita sendiri.
  1. Mengubah sikap dan perilaku. Banyak waktu yang kita pergunakan untuk mengubah atau mempersuasi  orang lain melalui KAP.
  1. Mencari hiburan. Hal ini bisa memberi suasana yang lepas dari keseriusan, ketegangan,  kejenuhan, dan sebagainya.
  1. Membantu orang lain. Psikiater, psikologi klinik dan ahli terapi adalah contoh-contoh profesi yang menggunakan KAP untuk menolong orang lain. Memberikan nasihat dan saran kepada teman juga merupakan contoh tujuan proses KAP untuk membantu orang lain.

Teori Komunikasi antar pribadi

  1. Teori Self-disclosure

Menurut psikologi humanistik, pemahaman interpersonal terjadi melalui self-disclosure, feedback, dan sensitivitas untuk mengenal atau mengetahui orang lain. Seorang teoritisi Sidney Jourard yang menggali proses self-disclosure, uraiannya bagi kemanusiaan sifatnya terbuka dan transparan. Transaparansi berarti membiarkan dunia untuk mengenal dirinya secara bebas dan pengenalan diri seseorang pada orang lain. Hubungan interpersonal yang ideal menyuruh orang agar membiarkan orang lain mengalami mereka sepenuhnya dan membuka untuk mengalami orang lain sepenuhnya.

Untuk memahami teori self-disclosure ini, kita terlebih dahulu memahami teori Johari Window yang salah satunya adalah untuk mengetahui disclosure area atau wilayah yang diketahui (open), buta (blind), tersembunyi (hidden), dan tidak diketahui (unknown). Artinya, hubungan antar pribadi sangat dipengaruhi oleh keempat area tersebut sehingga dapat menghasilkan sebuah kedekatan dan kesamaan.

  1. Teori Penetrasi sosial

Salah satu proses yang paling luas dikaji atas perkembangan hubungan adalah penetrasi sosial. Secara garis besar, ini merupakan ide bahwa hubungan menjadi lebih akrab seiring waktu ketika patner memberitahukan semakin banyak informasi mengenai dirinya sendiri. Selanjutnya,Sosial penetration merupakan proses peningkatan disclosure dan keakraban dalam hubungan.

Gerald Miller dan rekannya secara literal mengartikan komunikasi interpersonal dalam term penetrasi. Semakin bertambah yang saling diketahui oleh masing-masing komunikator, semakin bertambah karakter interpersonal yang berperan dalam komunikasi mereka. Semakin sedikit yang mereka ketahui tiap personalnya, semakin impersonal komunikasi itu. Komunikasi interpersonal merupakan beragam proses penetrasi sosial. Irwin Altman dan Dalmas Taylor mengenalkan istilah penetrasi sosial. Menurut teori mereka, karena hubungan itu berkembang, komunikasi bergerak dari level yang relatif sedikit dalam, tidak akrab, menuju level yang lebih dalam,lebih personal.

  1. Teori Kebutuhan Hubungan Interpersonal

Teori sistem dan komunikasi dalam hubungan. Salah satu bagian dalam lapangan komunikasi yang dikenal sebagai relational communication sangat dipengaruhi oleh teori sistem. Inti dari kerja ini adalah asumsi bahwa fungsi komunikasi interpersonal untuk membuat, membina dan mengubah hubungan dan hubungan pada gilirannya akan mempengaruhi sifat komunikasi interpersonal.Point ini berdasar pada gagasan bahwa komunikasi sebagai interaksi yang menciptakan struktur hubungan. Dalam keluarga,misalnya anggota individu secara sendirian tidak membentuk sebuah sistem, tetapi ketika berinteraksi antara satu dengan anggota lainnya, pola yang dihasilkan memberi bentuk pada keluarga.Gagasan sistem yang penting ini secara luas diadopsi dalam lapangan komunikasi.Proses dan bentuk merupakan dua sisi mata uang, saling menentukan satu sama lain.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s