PERUBAHAN POLA ABSENSI DARI SISTEM MANUAL KE SISTEM FINGER PRINT PADA INSTANSI PEMERINTAH

A. LATAR BELAKANG
Perkembangan dunia teknologi informasi saat ini semakin cepat memasuki berbagai bidang, sehingga kini semakin banyak perusahaan yang berusaha meningkatkan usahanya terutama dalam bidang bisnis yang sangat berkaitan erat dengan teknologi informasi itu sendiri. Hal ini didukung oleh pernyataan bahwa Kegunaan komputer pada aplikasi bisnis adalah untuk menyediakan informasi dengan cepat dan tepat. Informasi ini ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi. Jika di dalam suatu organisasi, informasi tersebut terhenti atau terhambat, maka sistem organisasi akan menjadi lusuh (Jogiyanto, 2009).
Salah satu perkembangan teknologi informasi yang penting adalah semakin dibutuhkannya penggunaan alat pengolah data yang berfungsi untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan. organisasi yang ingin mengembangkan usaha dan mencapai sukses harus mengikuti era informasi dengan menggunakan alat pendukung (Kristanto, 2007).
Pengenalan alat sidik jari, barangkali termasuk yang paling cost effective akan tetapi tetap mempertahankan tingkat keamanan yang tinggi dan kemudahan untuk penggunaannya. Scan sidik jari ke komputer berarti kita menscan sidik jari kita melalui suatu alat yaitu finger scan agar dapat dibaca oleh program komputer dengan cara menempelkan jari kita ke sensor alat tersebut. Sistem ini meliputi sebuah perangkat keras scanner dan perangkat lunak. Merekam karakteristik sidik jari yang spesifik, menyimpan data tiap-tipa user ke dalam sebuah database, ketika user mencoba lagi menguatkan akses maka 8 perangkat lunak akan membandingkan data yang tersimpan pada database dengan pembacaan sidik jari dari scanner. Sistem sidik jari sangat akurat tetapi dapat dipengaruhi oleh perubahan-perubahan di dalam sidik jari (terbakar, bekas luka dan sebagainya), kotoran dan faktor-faktor lain yang menimbulkan gangguan pada gambar (Jogiyanto, 2009).
Pola sidik jari selalu ada dalam setiap tangan dan bersifat permanen. Dalam artian, dari bayi hingga dewasa pola itu tidak akan berubah sebagaimana garis tangan. Setiap jari pun memiliki pola sidik jari berbeda. Ada empat pola dasar Dermatoglyphic tentang sidik jari yang perlu diketahui, yakni Whorl atau Swirl, Arch, Loop, dan Triradius.
Absensi dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yaitu dengan menggunakan lembar absensi. Pegawai perlu mencatat lagi untuk membuat rekap dari lembar absensi tersebut. Metode lain untuk mencatat absensi yaitu dengan alat untuk mendeteksi sidik jari seseorang. Alat ini dapat mengetahui identitas seseorang melalui sidik jari dan menyimpan daftar hadirnya sesuai dengan waktu saat dia menempelkan sidik jari pada alat ini. Metode ini sudah sering dipakai untuk mencatat absensi. Namun masalah selanjutnya ialah pengolahan data absensi tersebut terkadang masih dilakukan secara manual dan tidak terpusat, maka diperlukan suatu sistem untuk mempermudah pengolahan data absensi tersebut. Sistem informasi absensi dibuat untuk mempermudah pengolahan data absensi dengan cara mengunggah data-data yang disimpan pada beberapa finggerprint ke sistem tersebut agar mudah dikelola. Software ini dibuat untuk memudahkan proses input absensi. Selain itu pegawai juga dapat melihat kehadiran mereka secara online. Cara kerjanya yaitu setelah pegawai absen, data yang ada pada mesin fingerprint kemudian di importkan kedalam Sisten Informasi Absensi oleh bagian kepegawaian. Sebelumnya, bagian kepegawaian telah menginputkan tanggal-tanggal aktif kuliah, sehingga otomatis software akan menyeleksi data yang tidak sesuai. Apabila ternyata ada tanggal aktif yang belum terinput atau sebaliknya, kepegawaian dapat mengeditnya melalui menu edit. Selanjutnya data yang telah diinputkan dapat dilihat melalui menu data absensi. Karena bagian kepegawaian yang bertugas melaporkan ke atasan, maka ada menu melihat absensi bulanan yang dapat dipilih berdasarkan fakultas dan jurusan per bulan Setelah diuji coba, software ini masih perlu dikembangkan lagi. Fitur-fitur yang ada pada program ini dirasa belum mampu menggantikan metode yang sekarang digunakan. Fitur seperti print absensi, rekap absen per bulan sangat perlu ditambahkan pada program ini. Program ini sebenarnya dapat mengurangi jumlah pegawai yang bertugas untuk mengolah absensi, karena data absensi ini sudah terpusat di satu server (Adinoto, 2013)
Fingerprint adalah salah satu bentuk biometrik, sebuah ilmu yang menggunakan karakteristik fisik penduduk untuk mengidentifikasi. Sidik jari sangat ideal untuk tujuan ini karena mereka murah untuk mengumpulkan dan menganalisis, dan mereka tidak pernah berubah. Meskipun tangan dan kaki memiliki banyak daerah bergerigi yang dapat digunakan untuk identifikasi, sidik jari menjadi bentuk populer biometrik karena mereka mudah untuk mengklasifikasikan dan mengurutkan (Jogiyanto, 2009).
Selama ini Instansi pemerintahmelaksanaan sistem absensi secara manual, dimana sering terjadi penitipan absen kepada rekan sekerjanya, dengan memalsukan tandatangan pegawai bersangkutan. Namun pada saat ini telah melakukan perubahan menggunakan sistem sistem fingerprint. Oleh perlu dilihat perubahan pola yang terjadi dari sistem absensi manual ke sistem absensi fingerprint.

B. TUJUAN
Adapun tujuan dilaksanakannya Absensi Sistem fingerprint ini adalah Untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai Instansi pemerintahdalam melaksanakan pekerjaannya, khususnya meningkatkan tingkat kehadiran pegawai dalam bekerja.

C. PROSES PELAKSANAAN
Semakin berkembangnya teknologi di Indonesia maka Instansi pemerintahmenggunakan fingerprint, dengan adanya fingerprint di Instansi pemerintahdapat mengetahui kedatangan pegawai-pegawainya tanpa harus memantau langsung. Selain itu juga dengan adanya fingerprint Instansi pemerintahpegawai tidak bisa melakukan penipuan dalam hal kehadiran. Sehingga ketertiban dan semua keberlangsungan Instansi pemerintahyang berkaitan dengan kepentingan Instansi pemerintahkhusunya yang berhubungan dengan kehadiran pegawai dapat teratasi.

D. PERMASALAHAN
Sebagian besar masalah yang terjadi di Instansi pemerintahadalah kurangnya itikad baik dari pegawai untuk melakukan absensi sendiri. Dimana pegawai sering melakukan pemalsuan absensi dengan menitipkan absensi pada rekan sekerja lainnya. Sehingga walaupun pegawai tersebut datang terlambat, namun absensi apel pagi sudah terisi atau sudah ditandatangani oleh rekan kerjanya sendiri. Selain itu masalah yang terjadi Instansi pemerintahtidak dapat mencatat waktu yang akurat dalam hal waktu kehadiran pegawai di tempat kerja atau.

E. HASIL / MANFAAT YANG TERCIPTA
Dalam pelaksanaan sistem fingerprint Instansi pemerintahsudah berjalan dengan baik dan maksimal, hal ini terlihat tingginya tingkat kehadiran pegawai pada saat apel pagi dan apel siang jika dibandingkan dengan absensi sistem manual. Namun pelaksanaan sistem fingerprint Instansi pemerintahhanya mampu meningkatkan tingkat absensi pada saat apel pagi dan apel siang saja. Sedangkan untuk kedisiplinan dalam hal efektivitas penggunaan waktu kerja yang seharusnya belum mengalami peningkatan atau perubahan yang signifikan. Hal ini dikarenakan pegawai Instansi pemerintahsetelah melakukan absensi sistem fingerprint mereka masih sering meninggalkan pekerjaan atau keluar pada jam kerja dan pegawai hadir kembali atau berada dikantor 1 jam sebelum apel siang untuk melakukan absensi sistem fingerprint. Dengan demikian hasil atau manfaat yang tercipta dari pelaksanaan sistem fingerprint ini meningkatnya tingkat kehadiran pegawai pada saat apel pagi dan apel siang. Selain pada saat apel pagi maupun apel siang lebih banyak atau lebih rami dari sebelumnya atau dibandingkan pada saat penggunaan absensi sistem manual. Jadi Instansi pemerintahdiuntungkan yaitu pegawai menjadi lebih disiplin waktu dan meningkatkan produktifitas karena karyawan akan benar-benar hadir pada jam kerja.
Selain itu manfaat pelaksanaa sistem fingerprint di Instansi pemerintahyaitu: Absensi lebih praktis karena tidak memerlukan bermacam macam prosedur, lebih menghemat waktu karena menempelkan sidik jari pada mesin fingerprint atau pendeteksi sidik jari tidak memakan waktu lama, dan mencegah terjadinya penitipan absensi pada rekan sekerja serta mencatat waktu kedatangan secara akurat

DAFTAR PUSTAKA

Jogiyanto, HM. 2009. Analisis dan Desain, Penerbit Andi Yogyakarta

Kristanto, Andri. 2007. Perancangan Sistem Informasi Dan Aplikasinya. Buku : Penerbit Gava Media. Klaten.

Adinoto, Suryaning, Trio. 2013. Perencanaan Absensi Karyawan SMP Negeri 1 Keramat Tegal. Jurnal eprints.dinus.ac.id

Iklan

2 pemikiran pada “PERUBAHAN POLA ABSENSI DARI SISTEM MANUAL KE SISTEM FINGER PRINT PADA INSTANSI PEMERINTAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s