Analisis Kinerja Keuangan

Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (2007:82), pengertian kinerja/performance/penampilan adalah: “Penilaian untuk mendapat input yang mencukupi guna menilai tujuan yang diinginkan dan strategi kerja yang ditempuh oleh manajemen guna menyediakan media komunikasi atau pelaporan dengan manajemen mengenai patokan-patokan dan standar kerja dimasa yang akan datang yang nantinya harus dipertanggung jawabkan kepada pimpinan”

Untuk dapat memperolah gambaran tentang perkembangan finansil suatu perusahaan, perlu kita mengadakan interprestasi atau analisa terhadap data finansil dari perusahaan yang bersangkutan, dan data finansil itu akan tercermin didalam “laporan finansial”

Angka-angka dalam laporan keuangan akan sedikit artinya kalau dilihat secara sendiri-sendiri. Dengan analisis, pemakaian laporan keuangan akan lebih mudah menginterprestasikannya. Interprestasi laporan keuangan memberikan arti terhadap hasil analisis laporan keuangan untuk dikaitkan dengan keputusan usaha yang akan diambil Pihak yang mempunyai kepentingan terhadap perkembangan suatu usaha sangatlah penting perlu untuk mengetahui kondisi keuangan suatu perusahaan, yang dapat diketahui dari laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan, yang terdiri dari: neraca, laporan rugi laba serta laporan- laporan lainnya. Dengan mengadakan analisis terhadap pos-pos neraca akan dapat diketahui atau diperoleh gambaran tentang posisi keuangannya, sedangkan analisis terhadap rugi labanya akan memberikan gambaran tentang hasil atau perkembangan usaha perusahaan, mengetahui tingkat likuditas, solvabilitas, dan rentabilitas perusahaan tersebut. Berdasarkan SK Menteri Keuangan tersebut digunakan.

  1. Return On Equity(ROE)

Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan modal sendiri yang dimiliki, sehingga ROE ini ada yang menyebutkan sebagai rentabilitas modal sendiri. Menurut Raharjo dalam Gili  (2008:18) ROE adalah perbandingan antara laba bersih dengan modal sendiri dan menunjukkan bagian keuntungan dan (menjadi hak) modal sendiri dan sering dipakai investor dalam pembelian saham suatu perusahaan. Laba yang digunakan dalam perhitungan ROE adalah laba setelah pajak dikurang laba hasil penjualan aktiva tetap, aktiva non produktif dan aktiva lainnya, serta saham penyetaraan langsung (Sutrisno, 2000:25).

  1. Return On Investurmnt (ROI)

Mencerminkan kemampuan manajemen dalam mengatur aktiva – aktivanya seoptimal mungkin sehingga dicapai laba bersih yang diinginkan (Umar, 1997:115). Menurut Bambang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva yang menghasilkan keuntungan neto. Return on invesment merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan, rumus ROI akan digunakan dalam penelitian ini adalah perbandingan antara EBIT + Penyusutan dengan capital employed. EBIT disini adalah laba sebelum pajak dikurang laba yang diperoleh dari penjualan aktiva tetap, aktiva lain, aktiva non profit dan saham penyertaan langsung. Penyusutan adalah depresiasi dan deplesi, sedangkan capital employed adalah total aktiva dikurang aktiva tetap dalam pelaksanaan. Pada Table berikut ini, terlihat batasan nilai dan skor Return On Invesment  berdasarkan SK Menteri Keuangan No. 198/KMK.016/1998.

  1. Rasio Kas(Cash Ratio)

Rasio kas adalah perbandingan antara jumlah kas (termasuk yang tersimpan didalam bank) dan surat berharga segera dapat diuangkan dengan jumlah hutang lancar. Sedangkan Muanawir (2002:79) mengatakan bahwa, Cash ratio merupakan ratio yang digunakan untuk mengukur kemampuan sesungguhnya untuk memenuhi kewajiban hutang jangka pendek tepat pada waktunya.

  1. Rasio lancar(Current Ratio)

Rasio yang membandingkan antara aktiva lancar yang dimiliki dengan hutang jangka pendek, aktiva lancar disini meliputi kas, piutang dagang, efek persediaan dan aktiva lancar lain, sedangkan hutang jangka pendek meliputi hutang dagang, hutang wesel bank, hutang gaji dan hutang lainnya yang segera harus dibayar (Sutrisno, 2000:259). Sedangkan menurut Umar (1997:111), rasio lancar adalah menunjukkan kemampuan dalam memenuhi kewajiban lancarnya dengan aktiva lancarnya.

Waktunya berarti tersebut dalam keadaan liquid dan dikatakan mampu memenuhi kewajiban tepat pada waktunya. Apabila tersebut mempunyai alat pembayaran/aktiva lancar yang lebih dari hutang lancarnya atau hutang jangka pendek.

  1. Collection Period

Menurut Tunggal (2000:160), dikatakan bahwa ratio ini merupakan pengujian terhadap piutang dan biasanya dinyatakan dalam hari. Rasio ini diperoleh dengan membagi jumlah piutang yang tersedia pada akhir tahun dengan jumlah penjualan bersih selama satu tahun dengan mengalikan hasil pembagian dengan 356 hari (jumlah hari dalam setahun). Piutang yang digunakan adalah piutang dagang dikurangi dengan cadangan penyisihan piutang.

Collection period digunakan untuk mengetahui berapa lama piutang usaha tersebut dapat tertagih atau untuk mengetahui berapa lama harus menunggu untuk menerima uang kas setelah transaksi penjualan dilakukan.

  1. Perputaran Persediaan(Inventory Turnover)

 Menurut Tunggal (2000:161) Inventory Turnover merupakan ratio yang menunjukkan waktu rata- rata perputaran barang dan afisiensi dari pengendalian persediaan sehingga dapat diketahui apakah terjadi over stocking (persediaan barang secara berlebihan) atau tidak. Inventory Turnover yang rendah mungkin berarti : ( i ) terlalu banyak persediaan, (ii) pasaran yang sepi, (iii) perubahan dalam fungsi distribusi, (iv) penilaian persediaan yang salah karena banyak barang yang tidak laku (tidak sesuai lagi dengan selera konsumen).

Menurut Husnan (2002:24) perputaran persediaan adalah semakin efektif dalam mengelola persediaan yang dimiliki merupakan imbangan antara harga pokok produksi dengan rata- rata persediaan dalam satu periode tertentu. Ratio ini menggambarkan berapa kali jumlah persediaan barang dagangan diganti/dijual dalam satu tahun. Ratio ini penting untuk diketahui, karena persediaan merupakan komponen utama dari barang yang akan dijual.

  1. Perputaran Total Asset(Total Asset Turnover)

 Menurut Sutrisno (2000:265), perputaran total asset merupakan ukuran efektifitas pemanfaatan aktiva dalam menghasilkan penjualan. Semakin besar perputaran aktiva semakin tinggi efektif mengelola aktivanya.

  1. Debt To Total Asset

 Rasio total hutang dengan total aktiva yang biasa disebut rasio hutang (debt ratio), yang digunakan untuk mengukur besarnya dana yang berasal dari hutang. Yang dimaksud hutang adalah semua hutang yang dimiliki oleh baik yang berjangka pendek maupun yang berjangka panjang. Kerditur lebih banyak menyukai debt ratio yang rendah sebab tingkat keamanannaya semakin baik.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Sadeq. 2008. Analisis Prediksi IHSG dengan Metode ARIME. Universitas Diponogoro Semarang. Tesis. Tidak dipublikasikan.

Asep Wijaya. 2009. Analisis Teknikal Penggunaan Moving Avarage, Relative Strength, dan Trading Rules dalam Peramalan Harga  Harian  Saham Unggulan di Bursa Efek Indonesia. Universitas Benggkulu. Tesis. Tidak dipublikasikan.

Bawazier, S. dan Sitanggang. 1994. “Memilih Saham Untuk Portofolio Optimal”.Usahawan. XI. pp. 34-40.

Bohan, James. 1990. Relative Strenght: Further Positive Evidence. The Journal Potofolio Management, Fall:36-39

Charles, MS 2012. Bank Dunia: Krisis Eropa tak Bisa Dikesampingkan. Pasarmodal.inilah.com.

Christopher J. Neely dan dan Paul A. Welle, 2011.  Tecnikal Analysis  In the Foreign Exchange Market.

Corrado & Jordan. 2008. Fundamental Of Investments: Valuation dan Management, 2en edition, McGraw-Hill Irwin, International Edition

eTrading Securities. 2011. eTrading Securities. http:// eTrading. co.id

Hirschey & Nofsinger, 2008. Investments Analysis and Behavior, McGraw-Hill Irwin, International Edition

Levy & Kripotos. 1996. Earning Growth, P/E’s and Relative Price Strenght. Finansial Analisis Jurnal. November-Desember.

Levy, Robert A, 1967. Relative  Strenght As A Criterion For Investement Selection. Journal Of Finance, November-Desember 595-610

Ong, Ediyanto, 2008. Teknikal Analisis For Mega Frofit. Megga Offset. Jakarta.

Riska Amelia, 2010 Perbandingan Analisis Pergerakan Harga Saham Dengan Metode Can S.im Dan Elliott Wave (Studi Kasus Pada Pt Aneka Tambang Tbk, Pt Telekomunikasi Indonesia Tbk Dan Pt Bank Central Asia Tbk Di Bursa Efek Indonesia). Analisis Jurnal. Maret-April

 Ivan, Susanto, 2007. Forex Trading. Andi Offset. Yogyakarta.

Tabell & Tabell, 1964. The Case Of The Teknikal Analysis. Finansial Analisis Jurnal. Maret-April 67-76

Uma, Sakaran. 2008. Research Methods For Business. Salemba Empat. Jakarta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s