Perdarahan Antepartum

  • Defenisi Perdarahan Antepartum

Perdarahan antepartum adalah perdarahan pervaginam pada kehamilan 28 minggu lebih, Manuaba (1998). Perdarahan antepartum adalah biasannya di batasi pada perdarahan jalan lahir setelah kehamilan 22 minggu, (Sarwono 1999).

Menurut Sastrowinata, (1984), perdarahan antepartum adalah perdarahan pada triwulan terakhir dari kehamilan.

Menurut Hanifah Wiknjosastro, (1990), menjelaskan perdarahan antepartum adalah perdarahan pada kehamilan tua, batas kehamilan tua adalah di atas 22 minggu.

Abdul Bari Saefudin (2001) menjelaskan bahwa perdarahan antepartum pada umumnya disebabkan oleh kelainan implementasi plasenta (letak rendah dan previa, kelainan insersi tali pusat atau pembuluh darah pada selaput amnion

  • Etiologi

Menurut Sarwono, 2001

Pentebab utama perdarahan antepartum adalah:

  1. Kelainan implementasi plasenta (letak rendah dan previa)
  2. Kelainan insersi tali pusat atau pembuluh darah amnoin (vasa pervia)
  3. Separasi plasenta sebelum bayi lahir

Penyebab non abstetrik perdarahan antpartum adalah

  1. Luka-luka pada jalan lahir
  2. karena terjatuh akibat koitus atau varises yang pecah oleh kelainan serviksseperti : karsinoma, polip seruks terl, varises vulva dan trauma
    • Klasifikasi

Perdarahan antepartum terjadi kira-kira 3 % dari seluruh persalinan. Menurut Sarwono (1990), terjadi perdarahan di bagi menjadi 2 yaitu:

  1. Plasenta previa adalah yang letaknya abnormal yaitu segmen bawah uterus sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir.
  2. Solusio plasenta adalah terlepasnya plasenta yang letaknya normal pada korpus uteri sebelum bayi lahir.
  3. Perdarahan antepartum yang belum jelas sumbernya.

Sedangkan menurut Manuaba (1998) terjadinya perdarahan karena :

  1. Plasenta previa
  2. Solusi plasenta
  3. Perdarahan pada plasenta letak rendah
  4. Pecahnya sinus marginalis
  5. Pecahnya vasa previa

Menurut Winkjogastro, (1990), pendarahan antepartum dikelompokan sebagai berikut:

  1. Perdarahan yang ada hubungannya dengan kehamilan
  1. Plasenta previa
  2. Solusi plasenta
  3. Perdarahan pada plasenta letak rendah
  4. Pecahnya sinus marginalis
  5. Pecahnya vasa previa
  6. Perdarahan yang tidak ada hubungan dengan kehamilan
  7. Pecahnya varises Vagina
  8. Perdarahan polipus servikalis
  9. Perdarahan perlukaan serviks
  10. Perdarahan keganasan serviks
    • Gambaran Klinis Pendarahan Antepartum

Pada umumnya penderita mengalami perdarahan pada triwulan ketiga atau setelah kehamilan 28 minggu. Pendarahan antepartum tanpa rasa nyeri merupakan tanda khas plasenta previa, apalagi kalu disertai dengan tanda-tanda lain, seperti bagian terbawa janin sebelum masuk kepintu atas panggul. Kelainan letak janin umur ibu lenih dari 35 tahun dan menderita preeklampsia. Karena tanda pertamanya adalah perdarahan, pada umumnya penderita akan segera adatang untuk mendapatkan pertolongan karena disangka sebagai tanda permulaan persalinan biasanya baru setelah perdarahan berlangsung banyak, mereka datang untuk mendapatkan pertolongan.

  • Penanganan secara umum perdarahan antepartum

Penanganan perdarahan antepartum adalah sebagai berikut:

  1. Siapkan fasilitas tindakan gawat darurat karena perdarahan antepartum merupakan komplikasi yang dapat membahayakan keselamatan ibu. Tindakan yang di lakukan seperti observasi tanda vital, mengatur posisi dengan meninggikan daerah tungkai, pemberian 02, pemberian cairan isotonik (Nacl 0, 9 %).
  2. Setiap tingkat fasilitas pelayanan harus dapat mengenali, melakukan stabilisasi, menunjuk dan menatalaksanakan komplikasi pada ibu dan anak sesuai dengan jenjang kemampuan yang ada.
  3. Setiap kasus perdarahan antepartum memerlukan rawat inap dan penatalaksanaan perdarahan antepartum.
  4. Lakukan retorasi cairan dan darah sesuai dengan keperluan untuk memenuhi defisit dan tingkat gawat yang terjadi.
  5. Tegakkan diagnosis kerja secara cepat dan akurat karena hal ini sangat mempengaruhi hasil penatalaksanaan perdarahan antepartum.
  6. Tindakan konservatif dilakukan selama kondisi masih memungkinkan dan mengacu pada upaya untuk memperbesar kemungkinan hidup bagi yang di kandung.
  7. Pada kondisi yang sangat gawat, keselamatan ibu merupakan pertimbangan utama.
    • Plasenta Previa
      • Defenisi Plasenta Previa

Plasenta previa adalah plasenta yang berimplantasi pada segmen bawah rahim meliputi bagian serviks yang terlibat pendataran dan pembukaan, dengan demikian bisa menutupi seluruh atau sebagian dari ostium uteri internum dan oleh karenanya bagian terdepan janin sering kali terkendali memasuki pintu atas panggul, Wira (2003). Plasenta adalah keadaan di mana implantasi plasenta yang terletak pada atau di dekat serviks, Sarwono (2002). Plasenta berimplantasi pada tempat abnormal, yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian klasifikasi atau seluruh pembukaan jalan lahir.

  • Klasifikasi Plasenta Previa
  1. Plasenta previa totalis :  Seluruh ostium internum tertutup oleh

plasenta.

  1. Plasenta previa lateralis :  Hanya sebagian dari ostium tertutup

oleh plasenta.

  1. Plasenta previa marginalis :  Hanya pada pinggir ostium yang

terdapat pada jaringan plasenta.

Sastrawinata (1994) klasifikasi plasenta previa terdiri dari 4 tingkatan yaitu :

  1. Tingkat I   : Plasenta previa letak rendah pinggir bawah plasenta

berimplantasi segmen antara rahim hanya tepinya               saja yang berada pada segmen bawah rahim.

  1. Tingkat II : Plasenta previa marginalis, plasenta mencapai

pinggir pembukaan

  1. Tingkat III : Plasenta previa parsialis, plasenta menutupi seluruh

tidak lagi menutupi ketika sudah ada pembukaan.

  1. Tingkat IV  : Plasenta previa totalis, bagian terbesar plasenta     

menutupi seluruh pembukaan

Plasenta adalah janin untuk dapat melakukan pertukaran nutrisi melalui peredaran darah, plasenta normal mempunyai berat rata-rata 1/6 dan berat janin dengan diameter 15 sampai 20 cm, sedangkan tebal 1,5 sampai 3 cm (Manuaba, 1998).

  • Faktor yang dapat meningkatkan kejadian plasenta previa
  1. Usia penderita
    1. Usia muda karena endometrium belum sempurna atau belum siap menerima implantasi telur dan perkembangan buah kehamilan tidak dapat berfungsi secara optimal sehingga plasenta mencari tempat yang subur seperti pada daerah segmen bawah rahim dan implantasi pada plasenta letak rendah sehingga menutupi seluruh sebagian osteum internum.
    2. Usia diatas 35 tahun karena tumbuhnya endometrium yang belum sempat tumbuh karena adannya kemunduran fungsi dan berkurangnya vaskularisasi pada daerah endometrium di fundus uteri akan mengakibatkan plasenta harus tumbuh di bagian bawah segmen bawah rahim yang mendekat atau menutupi seluruh ostium internum dengan terbentuknya segmen bawah rahim umur kehamilan ± 20 minggu maka segmen bawah rahim melebar dan serviks membuka sehingga terjadi pergeseran antara plasenta dan dinding rahim mengakibatkan perdarahan.
  2. Paritas

Endometrium bekas persalinan berulang-ulang yang akan menyebabkan endometrium menjadi tipis sehingga di perlukan perluasan plasenta untuk mampu memberikan nutrisi janin.

  1. Endometrium yang cacat
  2. Bekas persalinan berulang dengan jarak pendek, berulang-ulang, bekas operasi bekas kuratage atau plasenta manual.
  3. Endometrium hipoplasia pada kawin dan hamil muda.
  4. Korpus luteum beraksi lambat karena endometrium. Kurang subur megakibatkan plasenta tumbuh di segmen bawah biasanya pada usia lebih 35 tahun.
  5. Adanya tumor : mioma uteri. (Mochtar, 1995)
    • Gambaran klinis plasenta previa

Perdarahan pada plasenta terjadi tanpa rasa sakit pada saat tidur atau sedang melakukan aktivitas. Mekanisme perdarahan karena pembentukan segmen bawah rahim menjelang kehamilan aterm sehingga plasenta terlepas dari implantasi dan menimbulkan perdarahan, bentuk perdarahan dapat sedikit atau banyak menimbulkan anemia sampai syok. Sedangkan untuk janin dapat menimbulkan asfiksia sampai kematian janin dalam rahim. Implantasi plasenta di panggul atau menimbulkan kelainan letak janin dalam rahim. Implantasi plasenta di panggul atau menimbulkan kelainan letak janin dalam rahim.

  1. Anamnesa plasenta previa
  1. Terjadi perdarahan pada kehamilan sekitar 28 minggu.
  2. Sifat perdarahan
    • Tanpa rasa sakit secara tiba-tiba
    • Tanpa sebab yang jelas
    • Dapat berulang
  1. Pada inspeksi di jumpai :
  1. Perdarahan pervaginam encer sampai bergumpal
  2. Perdarahan yang banyak ibu tampak anemis
    1. Pemeriksaan fisik ibu
    2. Dijumpai keadaan bervariasi dari keadaan normal sampai syok
    3. Tekanan darah turun, nadi pernafasan meningkat
    4. Tidak anemia
    5. Pemeriksaan khusus pada kebidanan
      • Pemeriksaan palpasi abdomen.
      • Pemeriksaan denyut jantung janin : bervariasi dari normal sampai asfiksia dan kematian .
      • Pemeriksaan dalam : pemeriksaan dalam rahim di lakukan diatas meja operasi dan siap untuk segera mengambil tindakan sectio secarea.
      • Pemeriksaan penunjang : Ultrasonograf, radiografi, dan radiosotopi
  • Fatopisiologi
  1. Endometrium di fundus uteri belum siap menerima implantasi
  2. Endometrium yang tipis sehingga di perlukan perluasan plasenta untuk mampu memberikan nutrisi janin.
  • Penanganan plasenta previa

Penanganan plasenta previa dilakukan dengan cara :

  1. Perbaikan kekurangan cairan atau darah dengan memberikan infuse dan cairan (Nacl 0,9%).
  2. Lakukan penilaian jumlah perdarahan
    1. Jika perdarahan banyak dan berlangsung terus persiapkan sectio secarea tanpa memperhitungkan usis kehamilan atau prematuritas.
    2. Jika perdarahan sedikit dan berhenti dan fetus hidup tapi premature, pertimbangkan terapi ekspektatif sample persalinan atau terjadi perdarahan.
    3. Syaraf terapi ekspektatif
      • Kehamilan preterm dengan perdarahan sedikit yang kemudian berhenti.
      • Belum inpartu
      • Keadaan umum ibu cukup baik
      • Janin masih hidup
    4. Rawat inap, tirah baring dan berikan antibiotika
    5. Pemeriksaan USG untuk menentukan implantasi plasenta usia kehamilan, profil biofisik letak dan presentase janin.
    6. Perbaiki anemia dengan pemberian sulfas verosus atau fumarat peroral 60 mg selama 1 bulan.
    7. Pastikan tersedia sarana untuk melakukan transfusi darah
    8. Bila perdarahan berhenti dan waktu untuk mencapai 37 minggu masih lama pasien dapat di rawat jalan (kecuali) rumah pasien di luar kota atau di perlukan waktu lebih dari 2 jam untuk mencapai rumah sakit dengan pesan segera kembali kerumah sakit jika terjadi perdarahan.
    9. Jika perdarahan berulang pertimbangkan manfaat dan resiko ibu dan janin untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di bandingkan dengan terminasi kehamilan. Mekanisme terjadinya haemoragik antepartum karena plasenta previa pada usia ibu hanil di bawah 19 tahun dan di atas 35 tahun.

 

DAFTAR PUSTAKA

Luz heller, 1981. obstetric gawat Darurat, EGC Jakarta

Lukman, 1996. kamus Besar bahasa Indonesia, Edisi ke 2. Balai pustaka. Jakarta

Manuaba L. B. G .1998. ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan keluarga berancana, untuk pendidikan Bidan, EGC, Jakarta.

Medical Record. 2005. Data Kasus Plasenta Previa

Muchtar Rustam, 1987. Sinopsis Obstetri, EGC. Jakarta.

————–, 1995. Sinopsis Obstetri, EGC. Jakarta.

—————, 1998. Sinopsis Obstetri, EGC. Jakarta.

Syaiffudin abdul Bari, 2001. Buku acuan pelayanan kesehatan nasional dan neonatal. JNPKKR-POGI. Jakarta

Sarwono, 2002. Ilmu Kebidanan. Yayasan bina Pustaka Sarwono prawiroharetjo. Jakarta.

Sastrawinata, 1984. Obstetri patologi. Fakultas kedokteran Universitas Padjajaran. Bandung.

Shoc, 1992. fisiologi Angin. B.C. Dr. Fi. Lilenula.

Spector, 1993. pengantar patologi umu. Edisi II, gajah mada Universitas press. Yokyakarta.

Sudigdo, 1995. Dasar-dasar Metodologi Bagian IKA Penelitian Klinis, Bina Rupa Aksara, jakarta

Sutanto, 2001. Modul Analisa Data, Ekmul, Jakarta.

Winjosastro hanifah, 1990. Ilmu kebidanan, YBPSP, Jakarta

Wira K. 2003. Majalah Obstetri dan ginekologi. Jakarta

Yoseph. 2003. Cermin Dunia Kodokteran. Jakarta

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s