Ikterus Neonotarum

  1. Pengertian

Pengertian ikterus (‘jaundice’) terjadi apabila terdapat akumulasi bilirubin dalam darah, sehingga kulit (terutama) dan atau sklera bayi (neonatus) tampak kekuningan. Pada orang dewasa, ikterus akan tampak apabila serum biliribun > 2 mg/dL (> 17 mmol/L), sedangkan pada neonatus baru tampak apabila serum biliribun > 5 mg/dL (> 86 mmol/L).

  1. Klasifikasi

Ikterus dapat dibagi menjadi ikterik fisiologis dan ikterik patologis.

  1. Ikterik fisiologis

Dalam keadaan normal, kadar bilirubin indirek dalam serum tali pusat adalah sebesar 1-3 mg/dl dan akan meningkat dengan kecepatan kurang dari 5 mg/dl/24 jam; dengan demikian ikterus baru terlihat pada hari ke 2-3, biasanya mencapai puncaknya antara hari ke 2-4, dengan kadar 5-6 mg/dl untuk selanjutnya menurun sampai kadarnya lebih rendah dari 2 mg/dl antara lain ke 5-7 kehidupan. Ikterus akibat perubahan ini dinamakan ikterus “fisiologis” dan diduga sebagai akibat hancurnya sel darah merah janin yang disertai pembatasan sementara pada konjugasi dan ekskresi bilirubin oleh hati.

Diantara bayi-bayi prematur, kenaikan bilirubin serum cenderung sama atau sedikit lebih lambat daripada pada bayi aterm, tetapi berlangsung lebih lama, pada umumnya mengakibatkan kadar yang lebih tinggi, puncaknya dicapai antara hari ke 4-7, pola yang akan diperlihatkan bergantung pada waktu yang diperlukan oleh bayi preterm mencapai pematangan mekanisme metabolisme ekskresi bilirubin. Kadar puncak sebesar 8-12 mg/dl tidak dicapai sebelum hari ke 5-7 dan kadang-kadang ikterus ditemukan setelah hari ke-10.

Diagnosis ikterus fisiologik pada bayi aterm atau preterm, dapat ditegakkan dengan menyingkirkan penyebab ikterus berdasarkan anamnesis dan penemuan klinik dan laboratorium. Pada umumnya untuk menentukan penyebab ikterus jika :

  1. Ikterus timbul dalam 24 jam pertama kehidupan.
  2. Bilirubin serum meningkat dengan kecepatan lebih besar dari 5 mg/dl/24 jam.
  3. Kadar bilirubin serum lebih besar dari 12 mg/dl pada bayi aterm dan lebih besar dari 14 mg/dl pada bayi preterm.
  4. Ikterus persisten sampai melewati minggu pertama kehidupan, atau
  5. Bilirubin direk lebih besar dari 1 mg/dl. (4,5,8)
  1. Ikterik Patologis

Ikterus patologis mungkin merupakan petunjuk penting untuk diagnosis awal dari banyak penyakit neonatus. Ikterus patologis dalam 36 jam pertama kehidupan biasanya disebabkan oleh kelebihan produksi bilirubin, karena klirens bilirubin yang lambat jarang menyebabkan peningkatan konsentrasi diatas 10 mg/dl pada umur ini. Jadi, ikterus neonatorum dini biasanya disebabkan oleh penyakit hemolitik.

  1. Etiologi

Penyebab ikterik dapat disebabkan oleh beberapa factor yaitu :

  1. Produksi bilirubin yang berlebihan.
  2. Gangguan dalam proses pengambilan dan konjugasi hepar dapat disebabkan oleh imaturitas hepar. Kurangnya substrat untuk konjugasi bilirubin, hipoksia, gangguan fungsi hepar akibat asidosis dan infeksi.
  3. Gangguan dalam transportasi metabolisme, bilirubin dalam darah terikat dalam albumin. Kemudian diangkat ke hepar. Defisiensi albumin menyebabkan lebih banyak terdapatnya bilirubin indirek yang bebas. Yang bebas dalam darah yang mudah melekat pada otak.
  4. Gangguan dalam ekskresi dapat terjadi akibat obstruksi dalam hepar atau di luar hepar.
  5. bayi yang mengalami ikterus neonatorum dalam 1 minggu pertama kehidupannya, terutama pada bayi kecil (berat lahir kurang dari 2500 gram).
    1. Pencegahan
  6. Pengawasan antenatal yang baik.
  7. Menghindari obat-obatan yang dapat meningkatkan ikterik bayi pada masa kehamilan dan kelahiran.
  8. Mencegah dan mengobati hipoksia pada jenis dan neonatus.
  9. Penggunaan fenobarbital pada ibu 1-2 hari sebelum partus.
  10. Iluminasi yang baik pada bangsal bayi baru lahir yaitu hepatitis B dimulai 0-7 hari pertama.
  11. Pemberian makanan yang dini dan pencegahan infeksi.
    1. Jenis – jenis ikterus nenonatal
      1. Ikterus Hemolitik yang Berat
  • Inkompatibilitas Rhesus
  • Inkompatibilitas ABO
  • Ikterus hemolitik karena inkompatibilitas golongan darah lain
  • Penyakit hemolitik karena kelainan eritrosit kongenital
  • Hemolisis karena defisiensi enzim glukosa-6-phospate dehidrogenase (G-6 PO deficiency).
    1. Ikterus Obstruktika
  • Hepatitis Neonatal
  • Hepatitis Virus
    1. Ikterus yang disebabkan oleh hal – hal
  • Pengaruh hormon atau obat.
  • Hipoalbuminemia
  • Adanya obat atau zat kimia yang mengurangi ikatan bilirubin tidak langsung pada albumin, misalnya sulfafurazole, salisilat dan heparin.
  • Sindroma Crigler-Najjar ialah suatu penyakit herediter yang bersifat resesif.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s