PENERAPAN SISTEM OUTSOURCING DI PROVINSI BENGKULU

ABSTRAK

Permasalahan yang terjadi di Bengkulu penerapan sistem outsourcing di Rumah Sakit Rafflesia dan Perusahaan Listrik Negara (Persero), dimana perusahaan tersebut membuat sendiri perusahaan yang menyalurkan tenaga kerja, sehingga penerapan sistem outsourcing ini tidak berjalan secara maksimal. Dimana banyak karyawan/pekerja yang berkerja melalui sistem outsourcing menyebabkan tidak jelasnya tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan oleh mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem outsourcing di Provinsi Bengkulu dilihat dari Komitmen dari pihak yang terlibat, detail aturan outsourcing didefinisikan dalam kontrak kerja, dan update perjanjian antar pengguna dan penyedia tenaga outsourcing.

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Informan penelitian ini diambil sebanyak 8 orang yang terdiri dari 2 orang pekerja outsourcing, 2 orang PT outsourcing, dan 2 orang PT  pemberi kerja Outsourcing (Rumah Sakit Rafflesia dan PLN (Persero) dan 1 orang Pekerja dan 1 orang Mediator Hubungan Industri dan Syarat Kerja (Hubin Syaker) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu.  Teknik penentuan informan menggunakan pourposive sampling. Metode Analisis Data Kualitatif dengan reduksi data,penyajian data, dan penarikan kesimpulan. teknik keabsahan data triangulasi sumber dan triangulasi teknik

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan system outsourcing di Provinsi Bengkulu dilihat dari komitmen dari pihak yang terlibat belum berjalan secara optimal, dilihat dari detail aturan outsourcing didefinisikan dalam kontrak kerja belum berjalan secara optimal dan dilihat dari update perjanjian antar pengguna dan penyedia tenaga outsourcing belum berjalan secara optimal.

Kepada perusahaan hendaknya dalam membuat perjanjian kerja wajib mendaftarkan perjanjian kerja tersebut kepada Dinas yang membidangi ketangakerjaan Kabupaten/Kota dalam Propinsi Bengkulu dan melaksanakan ketentuan upah sesuai dengan Upah Minimum Propinsi (UMP) sesuai dengan tahun yang berjalan dan jangan ada lagi jenis pekerjaan pokok yang dikerjakan oleh tenaga kerja outsourcing serta pekerja yang menggunakan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) tidak diwajibkan adanya masa percobaan, karena masa percobaan hanya berlaku pada Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s