Gagal Jantung

Gagal Jantung

2.2.1.Pengertian

  1. Gagal jantung adalah suatu keadan patofisiologi adanya kelainan fungsi jantung  gagal memompakan darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan dan atau kemampuannya hanya ada kalau disertai peningian tekanan pengisian ventrikel kiri. (Arjatmo Tjokronegoro, 1999. Hal : 975).
  2. Gagal jantung adalah ketidakmampuan jantung untuk memompah darah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan terhadap oksigen dan (Brunner dan Suddarth, 2000. Hal : 176 )
  3. Gagal jantung adalah keadaan Patofisiologis ketika jantung sebagai pompa tidak mampu memenuhi kebutuhan darah untuk  metabolisme jaringan. (Sylvia A.Prce, 2006. Hal : 632)
  4. Gagal jantung adalah suatu keadaan patofisiologis berupa kelainan fungsi jantung sehingga jantung tidak mampu memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan dan atau kemampuannya hanya ada kalaudisertai peninggian volume diastolik ser abnormal.(Arif Mansjoer, 1999. Hal : 434).
  5. Gagal jantung adalah menurunnya kekuatan jantung dalam memompah darah sehingga jantung tidak sanggup memompa untuk mencukupi seluruh kebutuhan darah tubuh. (Handrawan Nadesul, 2002. Hal : 53)
  6. Gagal jantung adalah kegagalan ventrikel kanan untuk bekerja sesuai dengan “venous” retum, mensuplat perpusi sirkulasi paru yang adekuat.(David ovedoff, 2002. Hal : 293).
  7. Gagal jantung adalah kegagalan jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh, dapat disebabkan oleh kegagalan darah yang kembali kejantung yang disebut dengan backward failure dapat pula akibat kegagalan pemompa jantung. (Dr. H Tabrani Rab, 1998. Hal : 443).

2.2.2 Manifestasi Klinis

               Semua gejala-gejala dan tanda gagal jantung adalah akibat-akibat   mekanisme :

  1.  Curah jantung yang rendah
  2. Meka nisme kompensasi yang terjadi dengan segala prosesnya, apakah hal ini     hanya berupa sesak nafas waktu bekerja dan takikardia, sampai adanya edema dan hepatomegali akibat terjadinya retensi Na + dan cairan bendungan karena aldosteron yang meningkat.
  3.  Emgoli paru
  4.  Keadan-keadaan high output
  5.  Melakukan pekerjaan beban berat apalagi mendadak (lari, naik tangga)
  6.  Stres emosional
  7. Hipertensi yang tidak terkontrol (Arjatmo Tjokwnegoro, 1999)

Yaitu :

  1. Peningkatan Volume Intravaskular (Gambaran dominan)
  2. Kongesti jaringan
  3. Peningkatan desakan vena pulmonal (edema pulmonal) ditandai oleh batuk dan sesak napas.
  4. Peningkatan desakan vena sistemik seperti yang terlihat pada edema perifer umum dan penambahan BB.
  5. Peningkatan curah jantung dengan disertai pening, kekacauan mental, keletihan, intoleransi jantung terhadap latihan, ekstremitas dingin, dan oliguria.

Berdasarkan bagian jantung yang mengalamikegagalan pemompaan gagal jantung terbagi atas gagal jantung kiri, gagal jantung kanan, dangagal jantung kongestif. Gejala dan tanda yang timbulpun berbeda, sesuai dengan pembagian tersebut.

Pada gagal jantung kiri terjadi dyspneu d, effort, fating, ortopnea, dispnea noktural proksimal, batuk. Pembesaran jantung, irama desap, ventricular heaving, bunyi derap S3 dan S4, pernapasan cheyne stokes, takikardi palsus alternans, ronki dan kongesti vena palmonalis.

   Pada gaga jantung kanan timbul fatig, edema, liver engorgement, anoreksia dan kembung. Pada gagal jantung kongestif terjadi manipestasi gabungan gagal jantung kiri dan kanan. New york hearth Assoclation (NYHA) membuat klasifikasi fungsional dalam 4 kelas.

Kelas 1. Bila pasien dapat melakukan aktivitas berat tanpa keluhan.

Kelas 2. Bila pasien tidak dapatmelakukan aktivitas lebih berat dariaktivitas sehari-hari tanpa keluhan.

Kelas 3. Bila pasien tidak dapat melakukan aktivitas sehari-haritanpa keluhan.

Kelas 4. Bila pasien sama sekali tidak dapat melakukan aktivitas apapun dan harus tirah baring.

2.2.3. Jenis Gagal Jantung

Manifestasi klinis gagal jantung sangat beragam dan bergantung pada bayak faktor antaraa lain etiologi kelainan jantung, umur pasien, umur pasien, berat, ringannya, tady scr. Mendadak atau berlangsung perlahan dan menahan, ventrikel mana yang menjadi pencenis (bahkan pada fase siklus jantung gagal jantung.

Gagal Jantung Backward dan Forward

–    Hipotesis Bacward Failure pertama kali diajukan oleh james hope tahun 1832 pada, apabila ventrikel gagal untuk memompakan darah, maka darah akan terbendung dantekanan diatriumserta vena-vena dibelakangnya akan naik.

–    Hipotesis Forward Failure dianjukan oleh Mackenzie, 80 tahun setelah hipotesis bacward failure. Menurut teori ini manepestasi gagal jantung timbul akibat berkurangnya aliran darah (cardiac output) ke sistem anterial, sehingga terjadi pengurangan perfusi pada organ-organ yang vital dengan segala akibatnya.

Gagal Jantung Right-Sided dan left Sided

                     Penjabaran bacward failure adalah adnya cairan bendungan di belakang ventrikel yang gagal merupakan petanda gagal jantung pada sisi mana yang terkena. Adanya hongesti pulmonal pada infakr ventrikel kiri, hipertensi, dan kelainan-kelainan pada katup aorta serta mitral menunjukan gagal jantung kiri.

                     Apabila keadaan ini berlangsung cukup lama, cairan yang terbendung akan berkomulasi secara sistemik : dikaki, asites, hepatomegali, efusi pleura dll, dan menjadikan gambaran klinisnya sebagai gagal jantung kanan.

Gagal Jantung Low-Output dan Hight Output

               Gagal jantung golongan ini menjukan bagaimana keadaan curah jantung (tinggi atau rendahnya) sebagai penyebab terjadinya manifestasi Klinis gagal jantung.

Curah jantung yang rendah pada penyakit jamtung apapun (bawaan, hipertensi, katup, koroner, kardiomiopati) dapat menimbulkan low-output failume. Sedangkan pada penyakit dengan curah jantung yang tinggi misalnya pada tirotoksikosis, geri-geri, paget’s, anemia, dan fistula arteri. Vena, gagal jantung yang terjadi dinamakan high-output failure.

Gagal; Jantung Akut dan Menahun

                  Manifestasi klinis gagal jantung disini hanya menunjukan sata atau lamanya gagal jantung terjadi atau berlangsung. Apabila terjadi mendadak, misalnya pada infark jantung akut yang luas dinamakan jantung akut (biasanya sebagai gagal jantung kiri akut). Sedangkan pada penyakit-penyakit jantung katup, kandiomiopati atau gagal jantung akibat infakr jantung lama, terjadinya gagal jantung secara berlahan atau karena gagal jantungnya bertahan lama dengan pengobatan yang diberikan, dinamakan gagal jantung menahun.

Gagal Jantung Sistolik dan Diastolik

                  Secara implisit definisi gagal jantung adalah apabila gagal jantung yang terjadi sebagai akibat abnormalitas fungsi sistolik, yaitu ketidakmampuanmengeluarkan darah dari ventrikel. Dinamakan sebagai gagal jantung sisitotik. Jenis gagal jantung ini adalah yang paling klasik dan paling dikenal sehari-hari, penyebabnya adalah gangguan kemampuan inotropik mrokard. Sedangkan apabila abnormatitas kerja jantung pada fase diastotik, yaitu kemampuan pengisiandarah pada ventrikel (terutama ventrikel kiri), misalnya pada iskemia jantung yang mendadak hipertrofi kosentrik ventrikel kiri dan kardiomipati restriktif, gagal jantung yang terjadi dinamakan gagal jantung diastotik. Petanda yang paling nyata pada gagal jantung disini adalah : fungsi sistolik ventrikel biasanya normal (terutama dengan pengukuran ejection fraction misalnya dengan pemeriksaan ekokardiografi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s