Prelakteal

Prelakteal adalah pemberian makanan pada neonatus sebelum ASI keluar yang berupa makanan susu bubuk, susu sapi, atau air gula, madu yang diberikan sebelum ASI keluar (Siregar, 2004). Makanan prelakteal merupakan jenis makanan seperti air kelapa, air tajin, madu, pisang, yang sudah diberikan pada neonatus baru lahir. Hal ini sangat berbahaya bagi kesadaran neonatus, dan mengganggu keberhasilan menyusui (Kuswoyo, 2009).

Makanan prelakteal adalah makanan atau minuman yang diberikan kepada neonatus sebelum ASI keluar. Makanan prelakteal biasanya diberikan kepada neonatus dengan proses mulai menyusui >1 jam setelah lahir dengan alasan ASI belum keluar atau alasan tradisi. Pemberian makanan prelakteal dapat diberikan oleh penolong persalinan atau oleh orang tua dan keluarga neonatus (Depkes, 2010).

Berdasarkan uraian di atas makanan prelakteal adalah makanan yang diberikan kepada neonatus sebelum ASI seorang ibu keluar selama 1 sampai 2 hari seperti susu, madu, air kelapa, pisang, air tajin dan air nasi. Penatalaksanan bayi oleh bidan apabila ASI tidak mau keluar adalah dengan tetap mengajarkan bayi menyusui dari payudara ibudengan kontak kulit, mata dan emosi sejak dini akan merangsang aliran ASI, merangsang perkembangan emosi dan kecerdasan bayi. Selain itu bayisetelah dilahirkan bisa bertahan 2X24 jam tanpa cairan karena masih membawa cadangan makanan dari rahim

Jenis-Jenis Prelakteal

Adapun jenis-jenis prelakteal yang ada di masyarakat antara lain:(Perinasia,2010).

A. Makanan

Makanan prelakteal adalah jenis makanan lumat mudah ditelan oleh neonatus. Adapun jenis jenis prelakteal yang diberikan kepada neonatus adalah:

1)   Buah-buahan yang biasa diberikan pada neonatus adalah:

a)    Pisang Pisang dikeruk bagian pinggirnya menggunakan sendok, lalu haluskan baru diberikan kepada neonatus. Pisang yang diberikan dapat berupa pisang raja, pisang ambon atau pisang hijau.

b)   Kelapa muda di beberapa daerah terdapat kebiasaanmemberikan makanan kepada neonatus berupa kelapa muda yang masih sangat muda dengan daging kelapa masih berupa lendir yang diberikan kepada Neonatus satu minggu setelah neonatus dilahirkan.

c)    Pepaya selain buah pisang, pepaya masak juga diberikan kepada neonatus dengan cara dikeruk menggunakan sendok dan dihaluskan agar mudah dicerna neonatus.

2)    Nasi bubur Beras yang sudah direbus menjadi bubur kemudian disaring sehingga lembut dan mudah dicerna oleh neonatus.

3)    Air tajin di beberapa daerah juga terbia sa memberikanmakanan kepada neonatus berupa air tajin dari beras yang direbus dan disaring untuk diambil air kemudian diberikan kepada neonatus. Air tajin ini diberikan kepada 1 -2 hari setelah neonatus dilahirkan.

B. Minuman

Minuman yang diberikan pada neonatus adalah air putih, air, susu formula dan madu.

Dampak Pemberian Prelakteal

Menurut Depkes RI (2009) memberi MP-ASI dini atau terlalu awal yaitu kurang dari 6 bulan akan berdampak:

  1. Menggantikan asupan ASI, membuat neonatus sulit memenuhi kebutuhan gizinya.
  2. Makananmengandung zat gizi rendah bila berbentukcair, seperti bubur encer.
  3. Meningkatkan resiko kesakitan: kurangnya faktor perlindungan, MP-ASI tidak sebersih ASI, tidak mudah dicerna seperti ASI, meningkatkan resiko alergi.

Pemberian makanan prelakteal akanmeningkatkan angka kematian pada neonatus. Selain itu tidakditemukan bukti yang mendukung bahwa pemberian Makanan Pendamping prelakteal lebih menguntungkan.Bahkan makanan prelakteal mempunyai dampaknegative terhadap kesehatan neonatus dan tidak ada dampak positipnyauntuk pertumbuhan dan perkembangan neonatus (Depkes RI, 2009).Dampak pemberian makanan prelakteal adalah: (Depkes RI, 2009).

  1. Gangguan sistem pencernaan

Sistem pencernaan pada neonatus usia 0-6 bulan belum sempurna. Pada saluran cerna, produksi enzim pencernaan (pepsin, amilase, multase, isomaltase, sukrase dan lipase) belum mencukupi sehingga makanan padat yang masuk dapat menimbulkan keluhan pada saluran cerna.

  1. Invaginasi

Invaginasi adalah masuknya usus bagian atas ke dalam usus bagian bawah bila tidak kembali pada posisi semula, dilokasi itu akan terjadi sumbatan biasanya perut neonatus menjadi kembung dan permukaannya tampak tegang dan keras, keadaan ini akan merangsang keluarnya isi lambung atau muntah-muntah berwarna kehijauan, kesulitan buang air besar dan ada kalanya mengeluarkan darah berlendir.

  1. ISPA

Neonatus yang berusia di bawah 6 bulan yang diberikan MP-ASI mempunyai resiko 3-4 kali lebih besar terkena infeksi saluran pernafasan bagian atas (ISPA).

  1. Gangguan sistem imunitas

Bubur susu dengan bahan dasar susu sapi dapat menimbulkan alergi pada neonatus yang alergi susu sapi walau reaksi alergi tidak selalu terjadi, terapi paling tidak kita sudah memaparkan atau memperkenalkan alergi itu sejak dini. Akibat respon alergi pada neonatus akan keluar lebih sering.

  1. Obesitas

Kalori makanan prelakteal lebih besar dari yang terkandung di dalam susu, akibatnya jumlah maupun ukuran sel-sel tubuhnya akan terbentuk besar dari pada normalnya.

BahayaPemberian Makanan Prelakteal

    1. Untuk neonatus

1)   Neonatus bisa tidak mau mengisap dari payudara karena pemberian makanan ini menghentikan rasa laparnya,

2)   Diare sering terjadi karena makanan ini mungkin tercemar, juga bila Neonatus tidak mengisap payudara maka tidak akan mendapat susu jolong,

3)   Bila yang diberikan susu sapi, alergi sering terjadi, dan neonatus bisa kebingungan mengisap puting susu bila pemberian makanannya lewat botol.

  1. Untuk ibu

1)      ASI keluar lebih lama karena neonatus tidak cukup mengisap.

2)      Bendungan dan mastitis lebih mungkin terjadi karena payudara tidak mengeluarkan ASI.

3)      Ibu sulit meyusui dan cenderung berhenti menyusui.

Dua kali saja pemberian makanan prelakteal bisa menggagalkan proses menyusui.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian Makanan Prelakteal

Faktor- faktor yang mempengaruhi ibu memberikan makanan prelakteal pada neonatus menurut Soetjiningsih (1995) diantaranya adalah:

  1. Faktor gangguan psikologis yaitu ibu yang mengalami depresi, cemas, sedang ada masalah, ibu terlalu tergantung, juga ibu yang kurang mendapat dukungan dari suami, atau keluarganya dalam menyusui neonatusnya. Selain itu adanya anggapan para ibu bahwa menyusui akan merusak penampilan. Padahal setiap ibu yang mempunyai neonatus selalu mengubah payudara, walaupun menyusui atau tidak menyusui dan tekanan batin, ada sebagian kecil ibu mengalami tekanan batin disaat menyusui neonatus sehingga dapat mendesak ibu untuk mengurangi frekuensi dan lama menyusui Neonatus, bahkan mengurangi menyusui.
  2. Promosi susu formula (iklan) yaitu: Peningkatan sarana komunikasi dan transportasi yang memudahkan periklanan distribusi susu buatan menimbulkan tumbuhnya kesediaan menyusui dan lamanya baik di desa dan perkotaan. Distribusi, iklan dan promosi susu buatan berlangsung terus dan bahkan meningkat titik hanya di televisi, radio dan surat kabar melainkan juga ditempat-tempat praktek swasta dan klinik-klinik kesehatan masyarakat di Indonesia.
  3. Pengetahuan seorang Ibu khususnya tentang ASI berarti sejauhmana seorang ibu memahami mengenai pengertian ASI dan manfaat ASI bagi pertumbuhan neonatus, jika pengetahuan ibu sangat kurang tentang ASI maka ibu akan menganggap bahwa ASI sama baiknya dengan makanan pendamping lainnya dan akan memberikan ASI disertai makanan lain (MP ASI dini).
  4. Pendidikan dapat mempengaruhi seseorang termasuk juga perilaku seseorang akan kepatuhannya, terutama dalam motivasi untuk berperan serta dalam pembangunan kesehatan. Makin tinggi pendidikan seseorang maka makin mudah menerima informasi, sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimilikinya. Sebaliknya pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap perubahan-perubahan hidup sehat.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s