Paritas

Menurut Maimunah S (2004) paritas adalah jumlah persalinan yang pernah di alami wanita. Menurut Dorland (1998) paritas adalah keadaan wanita sehubungan dengan kelahiran anak yang bisa hidup. Wiknjosastro (2002) paritas adalah jumlah anak yang pernah dilahirkan oleh seorang ibu.

Klasifikasi paritas

Menurut Manuaba (2000) paritas dapat diklasifikasikan sebagai berikut: Primi para adalah seseorang wanita yang telah melahirkan 1 orang anak, Multi para adalah seseorang wanita yang telah melahirkan 2-3 orang anak, dan grande multi para adalah seseorang wanita yang telah melahirkan lebih  4 orang anak.

Menurut Wiknjosastro (2002) klasifikasi paritas adalah:

  1. Primipara adalah seorang wanita yang sudah melahirkan satu kali.
  2. Multipara adalah seseorang yang sudah pernah melahirkan beberapa kali (2-3 kali). Paritas 2-3 merupakan paritas yang paling aman karena resiko kematian maternal lebih rendah dibandingkan paritas lebih dari 3.
  3. Grande Multipara adalah seorang wanita yang sudah melahirkan 4 orang anak atau lebih, sedangkan menurut Maimunah S (2004) Grande multipara berarti melahirkan sudah 5 kali atau lebih

Faktor yang Mempengaruhi Paritas

1. Pendidikan, Pendidikan berarti bimbingan yang diberikan oleh seseorang terhadap perkembangan orang lain menuju ke arah suatu cita-cita tertentu. Makin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka makin mudah dalam memperoleh menerima informasi, sehingga kemampuan ibu dalam berpikir lebih rasional. Ibu yang mempunyai pendidikan tinggi akan lebih berpikir rasional bahwa jumlah anak yang ideal adalah 2 orang.

2. Pekerjaan, Pekerjaan adalah simbol status seseorang dimasyarakat. Pekerjaan jembatan untuk memperoleh uang dalam rangka memenuhi setiap kebutuhan hidup dan untuk mendapatkan tempat pelayanan kesehatan yang diinginkan. Banyak anggapan bahwa status pekerjaan seseorang yang tinggi, maka boleh mempunyai anak banyak karena mampu dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-sehari.

3. Keadaan Ekonomi, Kondisi ekonomi keluarga yang tinggi mendorong ibu untuk mempunyai anak lebih karena keluarga merasa mampu dalam memenuhi kebutuhan hidup.

4. Latar Belakang Budaya, Cultur universal adalah unsur-unsur kebudayaan yang bersifat universal, ada di dalam semua kebudayaan di dunia, seperti pengetahuan bahasa dan khasanah dasar, cara pergaulan sosial, adat-istiadat, penilaian-penilaian umum. Tanpa disadari, kebudayaan telah menanamkan garis pengaruh sikap terhadap berbagai masalah.

Kebudayaan telah mewarnai sikap masyarakatnya, karena kebudayaan pulalah yang memberi corak pengalaman individu-individu yang menjadi anggota kelompok masyarakat asuhannya. Hanya kepercayaan individu yang telah mapan dan kuatlah yang dapat memudarkan dominasi kebudayaan dalam pembentukan sikap individual. Latar belakang budaya yang mempengaruhi paritas antara lain adanya anggapan bahwa semakin banyak jumlah anak, maka semakin banyak rejeki.

5. Pengetahuan, Pengetahuan merupakan domain dari perilaku. Semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang, maka perilaku akan lebih bersifat langgeng. Dengan kata lain ibu yang tahu dan paham tentang jumlah anak yang ideal, maka ibu akan berperilaku sesuai dengan apa yang ia ketahui (Friedman, 2005).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s