Pneumonia


Pneumonia adalah infeksi saluran pernapasan akut bagian bawah yang mengenai parenkim paru. Menurut anatomis, pneumonia pada anak dibedakan menjadi pneumonia lobaris, pneumonia interstisialis, dan bronkopneumonia.

Etiologi

Umumnya adalah bakteri, yaitu Streptococcus pneumoniae dan Haemophillus influenzae. Pada bayi dan anak kecil ditemukanstaphylococcus aureus sebagai penyebab pneumonia yang berat, serius dan sangat progresif dengan mortalitas tinggi.

Tabel 50.5. kl;asifikasi pneumonia pada anak menurut etiologi

Jenis                                                                       Mikroorganisme
Bakteri                                               Pneumokokus, streptokus, stafilokokus, haemophilus

Virus atau kemungkinan virus      influenzae, pseudomonas aeruginosa.

Pneumonitis interstisialis dan      Respiratory syncitial virus, adenovirus,                                 

Bronkiolitis                                       sitomegalovirus, virus influenza.

Infeksi lain                                       Peneumocystis carinni pneumonia, Q fever,Mycoplas-

Jamur                                               ma pneumoniae pneumonia, klamidia, dll.

Aspirasi                                            Aspergilus,koksidiodomikosis, histoplasma, dll.

sindromLoeffler                              Cairan amnion, makanan, cairan lambung, benda

Pneumonia oleh obat/radiasi      asing.

Pneumonia hipersensitivitas

 

 

Patogenesis

Bakteri penyebab terisap ke paru perifer melalui saluran nafas menyebabkan reaksi jaringan berupa edema, yang mempermudah priliferasi dan penyebarab kuman. Bagian paru yang terkena mengalami konsolidasi, yaitu terjadinya sebukan sel PMN (polimorfonuklear), fibrin, eritrosit, cairan edema dan kuman di alveoli. Proses ini termasuk dalamstadium hepatisasi merah. Sedangkan stadium hepatisasi kelabu adalah kelanjutan proses infeksi berupa deposisi fibrin ke permukaan pleura. Ditemukan pula fibrin dan leukosit PMN di alveoli dan proses fagositesisyang cepat. Dilanjutkan stadium resolusi, dengan peningkatan jumlah sel makrofag di alveoli, degenerasi sel dan menipisnya fibrin, serta menghilangnya kuman dan debris.

Proses kerusakan yang terjadi dapat dibatasi dengan pemberian antibiotik sedini mungkinagar sistem bronkopulmonal yang tidak terkena dapat diselamatkan.

Manifestasi klinis

Secara umum dapat dibagi menjadi:

  1. Manifestasi nonpesifik infeksi dan toksisitas berupa demam, sakit kepala, iritabel, gelisah, malaise, nafsu makan kurang, keluhan gastrointestinal.
  2. Gejala umum saluran pernapasan bawah berupa batuk, takipnu, skpektorasisputum, napas cuping hidung, sesak napas, air hanger, merintih, dan sianosis. Anak yang lebih besar dengan pneumonia akan lebih suka berbaring pada sisi yang sakit dengan lutut terkekuk karena nyeri dada.
  3. Tanda pneumonia berupa retraksi (penarikan dinding dada bagian bawah ke dalam saat bernapas bersama dengan pengkatan frekuensi napas), perkusi pekak, fremitus melemah, suara napas melemah, dan ronki.
  4. Tanda efusi pleura atau empiema berupa gerak ekskursi dan tertinggal di daerah efusi perkusi pekak, fremitus melemah, suara napas melemah, suara napas tubuler tepat dibats ats cairan, friction rub,nyeri dada karena iritasi pleura (nyeri berkurang bila efusi bertambah dan berubah menjadi nyeri tumpul), kaku kuduk/meningismus (iritasi meningen tanpa inflamasi) bila terdapatiritasipleura lobus atas, nyeri abdomen (kadang terjadi bila iritasi mengenai diafragma pada pneumonia lobus kanan bawah).

Pada neonatus dan bayi kecil tanda pneumonia tidak selalu jelas. Efusi pleura pada bayi akan menimbulkan pekak perkusi.

  1. Tanda infeksi ekstrapulonal
  2. Komplikasi
  3. Abses kulit, abses jaringan lunak, otitis media, sinusitis, meningitis, parulenta, perikarditis, dan epiglotis kadang ditemukan pada infeksi H.influenzae tipe B.

Diagnosis

Ditegakakan berdasarkan riwayat penyakit dan pemeriksaan fisis yang sesuai dengan gejala dan tanda yang diuraikan sebelumnya, disertai pemeriksaan penunjang. Diagnosis etiologi dibuat berdasarkan pemeriksaan mikrobiologidan/atau serologi.

Karena pemeriksaan mikrobiologi tidak mudah dilakukan, dan bila dapat dilakukan pun kuman penyebab tidak selalu dapat ditemukan. WHO mengajukan pedoman diagnosis dan tatalaksana yang lebih sederhana.

Berdasarkan pedoman tersebut pneumonia dibedakan atas:

  • Pneumonia sangat berat: bila ada sianosis sentaral dan tidak sanggup minum, harus dirawat di RS dan diberi antibiotik.
  • Pneumonia berat: bila ada retraksi, tanpa sianosis, dan masih sanggup minum, harus dirawat di RS dan diberi antibiotik.
  • Pneumonia: bila tidak ada retraksi, tetapi napas cepat:

>60x/menit pada bayi<2bulan

> 50x/menit pada anak 2 bulan-1 tahun

> 40x/menit pada anak 1-5 tahun

Tidak terlalu dirawat cukup diberi antibiotik oral.

  • Bukan pneumonia: hanya batuk tanpa tanda dan tanda seperti gejala di atas, tidak perlu dirawat, tidak perlu antibiotik.
  • Bayi di bawah 2 bulan harus dirawat karena perjalanan penyakit lebih bervariasi, komplikasi dan kematian sering terjadi.

Pemerikasaan Penunjang

  • Pemeriksaan darah menunjukan leukositosis dengan predominan PMN atau dapat ditemukan lekopenia yang menandakan prognosis buruk. Dapat ditemukan anemia ringan atau sedang.
  • Pemeriksaan radiologis memberi gambaran bervariasi:

–          Bercak konsolidasi merata pada bronkopneumonia

–          Bercak konsolidasi satu lobus pada pneumonia lobaris

–          Gambaran brokopneumonia difus atau infitrat interstisialis pada pneumonia stapilokok

  • Pemeriksaan cairan pleura
  • Pemeriksaan mikribiologik, spesimen usap tenggorok, sekresi nasofaring, bilasan bronkus atau sputum, darah, aspirasitrakea, pungsi pleura atau aspirasi paru.

Penatalaksanaan

  • Oksigen 1-2/menit
  • IVFD dekstrose 10%: NaCi 0,9%= 3:1,+KCl 10 mEq/500 ml cairan. Jumlah cairan sesuai berat badan, kenaikan suhu, dan status hidrasi.
  • Jika sesak tidak terlalu hebat, dapat dimulai makanan enteralbertahap melalui selang nasogastrik dengan feeding drip.
  • Jika sekresi lendir berlebihan dapat diberikan inhalasi dengan salin normal dan beta agonis untuk memperbaiki transpor mukosilier.
  • Koreksi gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit.
  • Antibiotik sesuai hasil biakan atau berikan:
  • Untuk kasus pneumonia community base:

–          Ampisilin 100 mg/kgBB/hari dalam 4 kali pemberian

–          Kloramfenikol 75 mg/kgBB/hari dalam 4 kali pemberian

Untuk kasus pneumonia haspital base:

–          Sefotaksim 100mg/kgBB/hari dalam 2 kali pemberian

–          Amikasin 10-15 mg/kgBB/hari dalam 2 kali pemberian

Brokiolitis Akut

Brokiolitis akut adalah penyakit obstruktif akibat inflamasi akut pada saluran napas kecil (brokiolus), terjadi pada anak berusia kurang dari 2 tahun dengan insidens tertinggi sekitar usia 6 bulan.

Etiologi

Respiratory syncytial virus (RSV)pada 50% sampai 90% kasus. Selain itu, parainfluenza, mikroplasma, adenovirus, sangat jarang infeksi primer bakteri.

Patogenesis

Invasi virus menyebabkan obstruksi bronkiolus akibat akumulasi mukus, debris dan edema. Terjadi resistensi aliran udara pernapasan berbanding terbalik (dengan radius lumen pangkat empat), baik pada fase inspirasi maupun fase ekspirasi. Terdapat mekanisme klep yaitu terperangkapnya udara yang menimbulkan overinflasi dada. Pertukaran udara yang terganggu menyebabkan ventilasi berkurang dan hipoksemia, peningkatan frekuensi napas sebagai kompensasi. Pada keadaan sangat berat dapat terjadi hiperkapnia. Obstruksi total dan terserapnya udara dapat menyebabkan atelektasis.

Gangguan respiratorik jangka panjang pasca bronkiolitis dapat timbul berupa batuk berulang, mengi, dan hiperreaktivitas bronkus, yang cenderung membaik sebelum usia sekolah. Komplikasi jangka panjang lain yaitu bronkiolitis obliterans dan sindrom paru hiperlusen unilateral (sindrom swyer-james), sering dihubungkan dengan adenovirus.

Manifestasi Klinis

Biasanya didahului infeksi saluran napas atas dengan batuk pilek, tanpa demam atau hanya subfebris. Sesak napas makin hebat, disertai napas cepat dan dangkal. Terdapat dispnu dengan expiratory effort, retraksi otot bantu napas, napas cepat dangkal disertai napas cuping hidung, sianosis sekitar hidung dan mulut, gelisah, ekspinum memanjang atau mengi; jika obstruksi hebat suara napas nyaris tak terdengar, ronki basah halus nyaring kadang terdengar pada akhir atau awal ekspirasi, suara perkusi paru hipersonor.

Pemeriksaan Penunjang

  • Foto dada AP dan lateral: hiperinflasi paru, diameter anteroposterior membesar pada foto lateral, dapat terlihat bercak konsolidasi yang terbesar.
  • Analisis gas darah: hiperkarbia sebagai tanda air trapping, asidosis metabolik, atau respiratorik.
  • Pemeriksaan deteksi cepat antigen RSV yang dapat dikerjakan secara bedside.

Penatalaksanaan

  • Oksigen 1-2 L/menit
  • IVFD

–          Neonatus: dekstrose 10% : NaCl 0,9% = 4 : 1, + KCl 1-2 mEq/kgBB/hari

–          Bayi > 1 bulan: dekstrose 10% : NaCl 0,9% = 3 : 1, + KCl10 mEq/500 ml cairan

Jumlah cairan sesuai berat badan, kenaikan suhu, dan status hidrasi

  • Koreksi ganguan asam basa dan elektrolit
  • Antibiotik sebenarnya tidak diperlukan, tetapi karena sukar dibedakan dengan pneumonia intertisialis, antibiotik tetap diberikan.

Untuk kasus bronkiolitis community base

–          Ampisilin 100 mg/kgBB/hari dalam 4 kali pemberian

–          Kloramfenikol 75mg/kgBB/hari dalam 4 kali pemberian

Untuk kasus bronkiolitis hospital base :

–          Sepotaksim 100mg/kgBB/hari dalam 2 kali pemberian

–          Amikasin 10-15 mg/kgBB/hari dalam 2 kali pemberian

  • Steroid: deksametason 0,5 mg/kgBB inisial, dilanjutkan 0,5 mg/kgBB/hari dibagi 3-4 dosis.
  • Inhalasi dengan salin normal dan beta agonis untuk memperbaiki transpor mukosilier.

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Pneumonia

  1. Hello Web Admin, I noticed that your On-Page SEO is is missing a few factors, for one you do not use all three H tags in your post, also I notice that you are not using bold or italics properly in your SEO optimization. On-Page SEO means more now than ever since the new Google update: Panda. No longer are backlinks and simply pinging or sending out a RSS feed the key to getting Google PageRank or Alexa Rankings, You now NEED On-Page SEO. So what is good On-Page SEO?First your keyword must appear in the title.Then it must appear in the URL.You have to optimize your keyword and make sure that it has a nice keyword density of 3-5% in your article with relevant LSI (Latent Semantic Indexing). Then you should spread all H1,H2,H3 tags in your article.Your Keyword should appear in your first paragraph and in the last sentence of the page. You should have relevant usage of Bold and italics of your keyword.There should be one internal link to a page on your blog and you should have one image with an alt tag that has your keyword….wait there’s even more Now what if i told you there was a simple WordPress plugin that does all the On-Page SEO, and automatically for you? That’s right AUTOMATICALLY, just watch this 4minute video for more information at. Seo Plugin

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s