MAKANAN PENDAMPING ASI

Ada beberapa hal yang perlu dihindari bagi anak agar makannya tidak berkurang, seperti membatasi makanan yang kurang menguntungkan, misalnya coklat, permen, kue-kue manis, karena dapat membuat kenyang sehingga nafsu makan berkurang. Menghindari makanan yang merangsang seperti yang pedas dan terlalu panas, menciptakan suasana makan yang tentram dan menyenangkan, memilih makanan dengan nilai gizi tinggi, memperhatikan kebersihan perorangan dan lingkungan, tidak memasa anak untuk makan serta tidak menghidangkan porsi makanan terlalu banyak.

            Usia balita dapat kita bedakan menjadi 2 golongan, yang pertama adalah balita usia 1-3 tahun. Jenis makanan yang paling disukai anak balita di usia ini biasanya adalah makanan yang manis-manis, seperti coklat, eskrim, dll. Pada anak usia ini sebaiknya makanan yang banyak mengandung gula dibatasi, agar gigi susunya tidak rusak atau berlubang (caries). Pada usia ini, biasanya anak sangat rentan terhadap gangguan gizi, seperti kekurangan vitamin A, zat besi, kalori dan protein. Kekurangan vitamin A dapat mengakibatkan gangguan fungsi pada mata, sedangkan kekurangan kalori dan protein dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan kecerdasan anak.

Kedua adalah anak usia 4-6 tahun. Pada usia ini, anak-anak masih rentan terhadap gangguan penyakit gizi dan infeksi. Sehingga pemberian makanan yang bergizi tetap menjadi perhatian orang tua, para pembimbing dan pendidik di sekolah. Pendidikan tentang nilai gizi makanan, tidak ada salahnya mulai diajarkan pada mereka. Dan ini saat yang tepat untuk menganjurkan yang baik-baik pada anak, karena periode ini anak sudah dapat mengingat sesuatu yang dilihat dan didengar dari orang tua serta lingkungan sekitarnya. Sehingga akhirnya anak dapat memilih menyukai makanan yang bergizi.

.Gizi Anak Usia 0-12 bulan

Bayi memerlukan zat gizi untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, sejak masa janin berusia 4 bulan, lahir, sampai berumur satu tahun (periode kritis). Perkembangan otaknya akan optimal apabila terpenuhi kebutuhan nutrisinya baik dalam segi mutu ataupun jumlah.

Untuk bayi 0-6 bulan tidak perlu makanan lain, kecuali ASI (ASI eklusif). Pada masa itu saluran pencernaan bayi masih peka, sehingga hanya ASI yang mampu dicerna dan diserap Usus.

Hal yang perlu diperhatikan, adalah sbb:

  1. Makanan bayi harus dapat memenuhi tujuan pemberian makanan yaitu:

–          Untuk tumbuh kembang

–          Untuk memenuhi kebutuhan psikologis

–          Keperluan edukatif/pendidikan untuk melatih kebiasaan makan yang baik.

  1. Pengenalan makanan pendamping ASI dilaksanakan secara bertahap dan berangsur-angsur. Berikan makanan bayi sedikit demi sedikit dari bentuk encer berangsur kebentuk yang lebih kental.
  2. Makanan baru diperkenalkan satu persatu agar diterima dengan baik.
  3. Urutan pemberian makanan pelengkap: buah-buahan, tepung-tepungan, sayuran, daging. Sumber protein hewani misalnya kuning telur diberikan terakhir (umur 6 bulan).
  4. Perhatikan kebersihan perorangan dan lingkungan (alat makan dan minum).
  5. Libatkan peran ayah dan anggota keluarga lainnya.

Makanan Lumat/lembik

  1. bayi berumur 6-9 bulan mulai dapat diperkenalkan dengan makanan lembik yaitu berupa Tim saring bubur tepung dan makanan lembik yaitu berupa Tim saring. Bubur tepung dan lambat laun pindah ke makanan lembik seperti tim saring.
  2. Tim saring dapat dibuat sendiri yang terdiri dari bahan-bahan sebagai berikut: makanan pokok (beras) 20 gr, lauk hewani (daging ayam) 25 gr, lauk nabati (tahu tempe) 20 gr, sayuran (wortel bayam) 25 gr, air 3-4 gelas.
  3. ASI terus diberikan sesuka bayi.

Makanan Lunak

  1. Bayi umur 9-12 bulan diberi makanan lunak berupa bubur nasi lengkap atau tim lengkap tanpa disaring lagi. Bayi jangan diberi makanan yang terlalu banyak mengandung minyak, nargarin atau mentega karena lemak yang dikandungnya akan memperberat kerja pencernaannya.
  2. Nasi Tim merupakan makanan bayi lengkap gizi, sebagaimana makanan perintis untuk nasi remas lengkap atau hidangan makanan pokok beserta lauk pauk untuk orang dewasa.
  3. ASI terus diberikan sesuka bayi.

Cara Menilai Respon Bayi Terhadap Makanan

  1. Respon jangka pendek

1)        Disukai atau tidak . anak tampak puas dan senang

2)        Toleransi. Cocok untuk saluran cerna bila tidak menimbulkan gangguan saluran cerna, muntah kembung, diare.

3)        Efek samping. Makanan tidak cocok apabila menimbulkan gejala alergi, asma, eksim, , urtikaria.

  1. Reswpon jangka panjang

1)      Secara keadaan fisik anak aktif, lincah riang, cerdas, tidak pucat, tidak lemah.

2)      Secara antropometri. Bertambah usia bertambah ukuran berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala.

Cara menilai kenaikan berat badan secara sederhana

Usia

Kenaikan berat badan

3 bulan pertama 1 kg/bulan
4-6 bulan ½ Kg perbulan
7-12 bulan BBL + (usia (bln) x 500 gr
12 bulan 3 x BBL
2 tahun 4 x BBL

Jadwal pengaturan makanan dalam sehari-hari

Umur (bulan)

Jenis makan

Frekuensi sehari

Jam

0-4

ASI Sesuka bayi

4-6

ASI

Buah

Bubur Susu

Sesuka bayi

2 x

2 x

10.00 dan 15.00

08.00 dan 18.00

6-9

ASI

Buah

Bubur Susu

Tim saring

Sesuka bayi

2 x

1 x

2 x

10.00 dan 15.00

08.00

13.00 dan 18.00

9-12

ASI

Buah

Tim

Bubur Susu

Sesuka bayi

2 x

2 x

1 x

10.00 dan 15.00

13.00 dan 18.00

08.00

Hendaknya para orang tua memperhatikan kebutuhan gizi yang seimbang pada setiap asupan makanan yang diberikan kepada anak usia 24 bulan.

Tabel 7 Kecukupan gizi rata-rata untuk bayi dan balita

Uraian

Golongan Umur

0-6 bulan

6-12 bulan

12-36 bulan

Energi (Kcal)

560

800

1.250

Protein (Gram)

12

15

23

Vitamin A (RE,ug)

250

350

350

Thiamin (mg)

0,3

0,4

0,5

Ribolflavin (mg)

0,3

0,4

0,6

Niasin (mg)

2,5

3,8

5,4

Vitamin B (mg)

0,1

0,1

0,5

Asam Folat (mg)

22

32

40

Vitamin C (mg)

30

335

40

Kalsium (mg)

300

400

500

Fospor (mg)

200

50

250

Seng (mg)

3

5

8

Besi (mg)

3

5

10

Yodium (mg)

50

70

70

Antara usia 6-24 bulan, anak tumbuh dengan cepat kebutuhan energi, vitamin dan mineralnya meningkat. Saat ini yang dipakai adalah konsep makanan sehat seimbang seperti yang dituangkan dalam piramida makanan. Porsi terbesar makanan adalah yang tertera di paling bawah piramida makanan, yaitu beras dan sereal sedangkan makanan yang kebutuhannya sangat sedikit adalah yang di puncak piramida yaitu lemak dan gula.

Prinsip pengaturan makanan bagi anak usia di bawah lima tahun, termasuk di dalamnya usia 24 bulan adalah pemanfaatan ASI secara cepat, pemberian makanan pendamping ASI sebagai makanan serpihan serta makanan setelah usia 1 tahun. Langkah-langkah dalam pengaturan makanan dan pemeliharaan gizi anak usia 24 bulan adalah:

  1. Cukupilah kebutuhan akan bahan makanan pemberi kalori.
  2. Susunkanlah anak selama mungkin sepanjang ASI masih keluar.
  3. Gunakanlah gabungan bahan makanan sumber protein nabati terutama kacang-kacangan atau hasilnya (tempe, tahu, dsb).
  4. Gunakanlah sumber protein hewani setempat yang mudah didapat dan murah.

Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)

            Yang dimaksud dengan makanan pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan tambahan yang diberikan kepada bayi setelah bayi berusia 4-6 bulan sampai bayi berusia 24 bulan. Jadi selain makanan pendamping ASI, ASI harus tetap diberikan kepada bayi paling tidak sampai berusia 24 bulan. Peranan makanan pendamping ASI sama sekali bukan untuk menggantikan ASI melainkan hanya melengkapi ASI.

Makanan pendamping ASI merupakan makanan tambahan bagi bayi. Makanan ini harus menjadi pelengkap dan dapat memenuhi kebutuhan bayi. Hal ini menunjukkan bahwa makanan pendamping ASI berguna untuk menutupi kekurangan zat-zat gizi yang terkandung dalam ASI. Dengan demikian cukup jelas bahwa peranan makanan tambahan bukan sebagai pengganti ASI tapi untuk melengkapi atau mendampingi ASI.

Tujuan pemberian makanan pendamping ASI adalah untuk menambah energi dan zat-zat gzi yang kebutuhan diperlukan bayi karena ASI tidak dapat memenuhi bayi secara terus-menerus. Pengetahuan masyarakat yang rendah tentang makanan bayi yang dapat mengakibatkan terjadinya kekurangan gizi bagi bayi.

Memberikan makanan pendamping ASI sebaiknya diberikan secara terhadap baik dan tekstur maupun jumlah porsinya. Kekentalan makanan dan jumlah harus disesuaikan dengan keterampilan dan kesiapan bayi di dalam menerima makanan. Dari sisi tekstur makanan, awalnya bayi diberi makanan cari dan lembut, setelah bayi bisa menggerakkan lidah dan proses menguyah, bayi sudah bisa diberi makanan semi padat. Sedangkan makanan padat diberikan ketika bayi sudah mulai tumbuh gigi geligi. Porsi makanan juga berangsur mulai dari satu sendok hingga berangsur-angsur bertambah.

Sebaiknya pengenalan makanan bayi dimulai dari satu jenis makanan, misalnya, pisang, pepaya, avokad. Perhatikan responnya, apakah bayi mentoleransi atau tidak. Bayi biasanya lebih menyukai makanan manis dan bayi biasanya akan memuntahkan jika tidak suka. Jangan dipaksakan jika bayi menolak, berikan jenis makanan pengganti lain dengan rasa berbeda sebagai penggantinya. Keterampilan menelan bayi tergantung pada rangsangan yang tepat pada saraf pengecapannya. Karenanya berikan makanan manis seperti buah-buahan pada ujung lidah. Dan sayuran pada bagian tengah. Kenalkan sayuran terlebih dahulu dibandingkan buah. Citarasa sayuran cenderung langu dan kurang diminati bayi, agar terbiasa makan sayuran, kenalkan sayuran terlebih dahulu dibandingkan buah.

Pada usia 6-9 bulan tekstur, makanan sebaiknya makanan cair, lembut atau cair, lembut atau saring, seperti bubur buah, bubur susu atau bubur sayuran saring/dihaluskan. Menginjak usia 10-12 bulan, bayi mulai beralih ke makanan kental dan padat namun tetap memperhatikan rasa. Hindari makan-makanan yang dapat mengganggu organ pencernaan, seperti makanan terlalu berbumbu tajam, pedas, terlalu asam atau berlemak. Pada masa ini dikenalkan finger snack atau makanan yang bisa dipegang seperti cookies, nugget atau potongan sayuran rebus atau buah. Ini penting untuk melatih keterampilan di dalam memegang makanan dan merangsang pertumbuhan giginya. Organ pencernaan bayi belum sempurna orang dewasa, makanan terlalu bisa menyebabkan gangguan pencernaan, seperti sembelit, muntah atau perut kembung. Makanan yang dihindari seperti makanan yang mengandung gas, durian, nangka, cempedak, tape, kol dan kembang kol. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemberian makanan pendamping ASI adalah:

  1. Makanan bayi (termasuk ASI) harus mengandung semua zat gizi yang diberikan oleh bayi.
  2. Makanan tambahan harus diberikan kepada bayi yang telah berumur 4-6 bulan sebanyak 4-6 kali/hari.
  3. Anak kecil memberikan lebih dari satu kali makan dalam sehari sebagai komplemen terhadap ASI. Karena kapasitas perutnya masih kecil, volume makanan yang diberikan jangan terlalu besar, sehingga anak kecil harus diberikan makan lebih sering dalam sehari dibandingkan dengan orang dewasa.
  4. Bila sulit untuk menambah minyak, lemak atau menambah gula ke dalam makanan, maka bayi hanya akan memperoleh cukup zat gizi bila ia makan 4-6 kali perhari. Bayi dapat dapat diberi makan 3 kali sehari dan diberi makanan bergizi tinggi diantaranya (selingan) sebagai makanan kecil.
  5. Sebelum berumur 2 tahun, bayi belum dapat mengkonsumsi makanan orang dewasa.
  6. Makanan campuran ganda (multi mix) yang terdiri dari makanan pokok, lauk pauk dan sumber vitamin lebih cocok bagi bayi, baik ditinjau dari nilai gizinya maupun sifat fisik makanan tersebut.
  7. Berikan makanan tambahan setelah bayi menyusui.
  8. Pada permulaan, makanan tambahan  harus diberikan dalam keadaan halus.
  9. Gunakan sendok atau cangkir untuk member i makan.
  10. Pada waktu berumur dua tahun, bayi dapat mengkonsumsi makanan setengah porsi orang dewasa.
  11. Selama masa penyapihan, bayi sering kali menderita infeksi seperti batuk, campak (cacar air) atau diare, apabila makanannya mencukupi, gejalanya tidak akan sehebat bayi yang kurang gizi.

Makanan pendamping ASI sebaiknya memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Memiliki nilai energi dan kandungan protein yang tinggi.
  2. Memiliki nilai suplementasi yang baik serta mengandung vitamin dan mineral dalam jumlah yang cukup.
  3. Dapat diterima oleh alat pencernaan bayi dengan baik.
  4. Harganya relatif murah.
  5. Sebaiknya dapat di produksi dari bahan-bahan yang tersedia secara lokal.
  6. Bersifat pada gizi.
  7. Kandungan serat kasar atau bahan lain yang sukar dicerna dalam jumlah yang sedikit.

Tabel 8 Jadwal Pemberian Makanan Pendamping ASI Menurut Umur, Jenis Makanan, dan Frekuensi Pemberian.

Umur bayi

Jenis makanan

Frekuensi

0-4/6 bulan kira-kira 6 bulan –      ASI

–      Buah lunak/sari buah

–      Bubur: bubur tepung beras merah, bubur kacang hijau

10-12 kali sehari kapan diminta 1-2 kali sehari
Kira-kira 7 bulan –      ASI

–      Buah buahan

–      Hati ayam atau kacang-kacangan

–      Beras merah atau ubi

–      Sayuran

–      Minyak/santan/avokad

–      Air tajin

Kapan diminta 4-6 kali
Kira-kira 9 bulan –      ASI

–      Buah buahan

–      Bubur/roti

–      Daging/kacang-kacangan/ayam/ikan

–      Beras merah/kentang/labu/jagung

–      Kacang tanah

–      Minyak/santan/avokad

Kapan diminta 4-6 kali
12 bulan atau lebih –       ASI

–       Makanan pada umumnya termasuk telur dengan kuning telurnya dan jeruk

Kapan diminta 4-6 kali

 Variasi Bubur Bayi

Bubur susu cocok untuk bayi usia 6 bulan ke atas, teksturnya yang lembut mudah dicerna dan diseralahp alat pencernaan bayi. Penambahan tepung seperti tepung beras atau tepung maizena bisa dilakukan. Tujuan penambahan tepung adalah meningkatkan nilai gizi dari bubur, susu sebagai sumber protein dan tepung sebagai sumber karbohidrat pemberi energi bayi. Sebenarnya variasi makanan bayi tidak hanya bubur susu. Jika menggunakan susu olahan berikan susu formula yang sesuai dengan usia bayi.

Iklan

Satu pemikiran pada “MAKANAN PENDAMPING ASI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s