HUBUNGAN KARAKTERISTIK PENDERITA STROKE DENGAN KETAHANAN HIDUPNYA YANG DIRAWAT DI RUANGAN UNIT STROKE RSUD

ABSTRAK

by. Nelis Mawarni

Stroke merupakan semacam penyakit yang mengakibatkan tingkat kelumpuhan dan kematian tinggi. Antara 10 dan 20 persen penderita akan meninggal dunia pada hari pertama setelah mengalami stroke, 25-33 persen penderita meninggal dalam waktu 3 pekan setelah  terserang penyakit tersebut, dan tingkat kematian akan menurun setelah  3 pekan. Hanya 15 sampai 40 persen penderita stroke dapat bertahan hidup dalam 5 tahun. Sedangkan 75 persen penderita akan menjadi cacat seumur hidup. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik penderita stroke dengan ketahanan hidupnya yang dirawat di ruangan unit stroke Rumah sakit Umum Daerah Dr.M Yunus Bengkulu Tahun 2008.

Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik, pelaksanaan penelitian ini dilakukan di ruangan unit stroke Rumah sakit Umum Daerah Dr.M Yunus Bengkulu dan sample dalam penelitian ini adalah total sampling.

Dari hasil penelitian ditemukan bahwa penderita stroke mempunyai ketahanan hidup sesudah satu tahun berjumlah 171 orang (91%), sebelum satu tahun 17 orang (9%). Penderita stroke mempunyai umur > 50 tahun berjumlah 130 orang (69,1%), <50 tahun 58 orang (30,9%). Penderita stroke berjenis kelamin laki-laki berjumlah 109 orang (58%), perempuan 79 orang (42%). Penderita stroke menderita stroke Non Hamorragik berjumlah 132 orang (70,2%), stroke Hemorragik 56 orang (29,8%). Penderita stroke tidak menderita diabetes melitus berjumlah 134 orang (71,3%), menderita diabetes melitus 54 orang (28,7%). Penderita stroke menderita hipertensi berjumlah 118 orang (62,8%) tidak tidak menderita hipertensi 70 orang (37,2%). Terdapat hubungan antara ketahanan hidup dengan umur pada penderita stroke, terdapat hubungan antara ketahanan hidup dengan jenis kelamin pada penderita stroke, terdapat hubungan antara ketahanan hidup dengan jenis stroke pada penderita stroke, terdapat hubungan antara ketahanan hidup dengan diabetes mellitus pada penderita stroke, terdapat hubungan antara ketahanan hidup dengan hipertensi pada penderita stroke di ruang unit stroke Rumah Sakit Umum Daerah Dr. M. Yunus Bengkulu (p value).

Diharapkan kepada perawat ruangan agar memberikan pendidikan kesehatan kepada penderita stroke agar penyakit yang diderita tidak menjadi lebih parah

Kata kunci : Karakteristik Penderita Stroke, Ketahanan Hidup.

Terima Kasih Telah Berkunjung ke Situs http://lubmazreserach.wordpress.com.

cell phone 081273221213

Iklan

Analisis Proses Pelaksanaan Rujukan Peserta Asuransi Kesehatan (ASKES) Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pada Rawat Jalan Tingkat Pertama Di UPTD Puskesmas

ABSTRAK

By Syaiful Anwar

Pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh peserta atau claim ratio kepesertaan wajib PT. Askes pada beberapa tahun terakhir ini selalu berada diatas 80%. Keadaan ini akan menyulitkan PT.Askes, untuk itu perlu diupayakan pengendalian pelayanan dan pengendalian biaya oleh Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK), terutama dalam upaya menekan rasio rujukan rawat jalan tingkat pertama yang dilakukan oleh dokter primer di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan rujukan peserta Askes PNS pada rawat jalan tingkat pertama di UPTD Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu Tahun 2010

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif memakai data primer dengan pendekatan pola concurrent uitilasi review. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam (indepth interview) menggunakan panduan wawancara, alat tulis dan alat bantu rekam (tape recorder). Informan dalam penelitian ini adalah petugas puskesmas yang terlibat dalam proses rujukan (referral) yaitu petugas bagian pendaftaran, tata usaha, penanggung jawab program Askes Puskesmas, dokter umum, dokter gigi dan kepala Puskesmas yang berjumlah 6 (enam) orang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif yang terdiri dari data reduction, data display, dan data conclusion drawing/verification. Teknik Keabsahan Data dalam penelitian ini dilakukan tehnik Triangulasi sumber.

Hasil penelitian yang ditemukan proses pelaksanaan rujukan di UPTD Puskesmas Lingkar Timur sudah berjalan sesuai prosedur yang ada, namun dalam pelaksanaanya masih ada pemberian rujukan kepada pasien tanpa indikasi medis atau tanpa melalui proses yang seharusnya. Maka dapat  diindikasikan proses pelaksanaan rujukan yang dilakukan UPTD Puskesmas Lingkar Timur belum berjalan dengan maksimal, artinya pelaksanaanya belum sesuai prosedur, hal ini dikarenakan masih adanya pemberian rujukan kepada pasien tanpa indikasi medis atau tanpa melalui proses yang seharusnya.

Kata Kunci : Proses Pelaksanaan Rujukan

Terima Kasih Telah Berkunjung ke Situs http://lubmazreserach.wordpress.com.

cell phone 081273221213

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KUNJUNGAN NEONATAL DI PUSKESMAS

ABSTRAK

by; Tuti Linggawati

Hasil wawancara pada petugas Puskesmas, mengatakan ibu melakukan kunjungan neonatal saat bayi usia 0-7 hari saja. Pada kunjungan neonatal kedua pada usia 8-28 hari banyak ibu tidak melakukan kunjungan ke Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu, kunjungan neonatal dan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan kunjungan Neonatal.

Metode penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang melahirkan di wilayah kerja Puskesmas Kota Tais bulan Januari – Mei tahun 2009 yang berjumlah 90 orang. Teknik pengambilan sampel diambil secara total sampling. Pengambilan sampel ini dengan cara mendatangi ibu yang melahirkan bulan Januari – Mei 2009 di wilayah kerja Puskesmas Kota Tais Kabupaten Seluma. Maka dari itu peneliti mengambil sampel keseluruhan dari populasi yang berjumlah 90 orang.

Hasil penelitian menunjukkan dari 90 responden 47 orang memiliki pengetahuan kurang dengan interval skor < mean dan 43 orang pengetahuan baik dengan interval skor ≥ mean, dan dari 90 responden 55 responden kunjungan neonatal tidak lengkap dengan jumlah kunjungan 1 kali dan tidak pernah sama sekali, sedangkan 35 responden kunjungan neonatal lengkap dengan jumlah kunjungan 2 kali. Hasil uji statistik chi square yate’s correction ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kunjungan neonatal.

Bagi Puskesmas dapat dijadikan sebagai masukan terutama program KIA/KB tentang permasalahan dalam kunjungan Neonatal, sehingga dapat lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terutama pada ibu-ibu yang mempunyai bayi neonatal.

Kata Kunci: Pengetahuan, Kunjungan Neonatal, Puskesmas Kota Tais

Terima Kasih Telah Berkunjung ke Situs

http://lubmazreserach.wordpress.com

cell phone : 081273221213