TESIS : BUDAYA KERJA PERAWAT DI RUANG IGD RSUD

RINGKASAN

By: Lopi Pernandes*

Budaya kerja merupakan cara melaksanakan pekerjaan berdasarkan adat istiadat atau kebiasaan yang telah membudaya yang dilakukan oleh perawat selama bekerja dan bertugas sebagai seorang perawat.  Indikator kerja perawat dapat dilihat dari beberapa faktor yang terkait dengan pelaksanaan tugas seperti disiplin perawat, inisiatif perawat.  Studi pendahuluan peneliti di ruang IGD, ditemukan beberapa fenomena antara lain adanya ungkapan ”perawat senior dan yunior” yang terkait dengan lamanya masa kerja di IGD sehingga berdampak pada hubungan dengan rekan sekerja menjadi kurang kondusif dan sering meninggalkan tempat tugas tanpa izin. Adanya keinginan beberapa orang perawat perempuan untuk dibebaskan dari shift malam, dan adanya perawat yang merasa tingkat pendidikan lebih tinggi dari pendidikan perawat yang lain, ingin mengerjakan tugas yang lebih ringan. Fenomena-fenomena tersebut menjadi kendala dalam penyusunan shift dinas, pembagian beban tugas dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan keperawatan. Fenomena lainnya yang sering terjadi dan sering terdengar di sekitar kita atau terbaca di media massa, terdapat berbagai keluhan mengenai sikap dan tindakan perawat yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat; judes, kurang perhatian, kurang tanggap, kurang terampil, dan sebagainya, pelayanan seperti ini menunjukkan kinerja karyawan khususnya perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan masih rendah. Pelayanan keperawatan yang diberikan perawat mempunyai arti penting dalam menentukan baik buruknya pelayanan kesehatan yang diberikan, karena mereka adalah ujung tombak dalam pemberian pelayanan keperawatan di ruang IGD sehingga perawat dituntut untuk memiliki budaya kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya kerja perawat  di Ruang IGD RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu, yang meliputi; kejujuran, inisiatif, tanggung jawab, kerjasama dan disiplin.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. subyek penelitian ini adalah: 1) Pimpinan (atasan langsung perawat IGD) yaitu kepala ruangan atau supervisor yang berjumlah 4 orang, 2) Perawat (perawat pelaksana) berjumlah 6 orang dengan kriteria pendidikan minimal DIII keperawatan dengan masa kerja di ruangan IGD minimal 3 tahun, 3) Pasien atau keluarga berjumlah 10 orang yang di rawat di ruang triage, ruang HCU dan ruang observasi IGD. Analisis data pada penelitian ini menggunakan tehnik analisis induktif yaitu untuk melakukan abstraksi setelah rekaman fenomena-fenomena khusus dikelompokkan menjadi satu. Tahapan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari empat alur kegiatan yang terjadi bersamaan, yaitu : pengumpulan data, reduksi data, display data dan simpulan. Verivikasi merupakan proses siklus dan interaktif sehingga dilakukan secara berulang-ulang sampai ditemukan jawaban masalah yang diteliti

Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya kerja perawat dapat simpulkan masih masih rendah, hal ini dikarenakan dalam membuat laporan asuhan keperwatan perawat masih belum lengkap dan tidak mendetail, perawat juga tidak memberikan saran kepada atasannya, kurangnya pemeliharaan alat-alat yang ada diruangan IGD, tugas perawat belum sesuai dengan harapan atasan, sikap perawat yang kurang ramah dan perhatian terhadap pasien, perawat melimpahkan pekerjaan pada rekan kerja anak perawat yang sedang praktek, perawat masih malas-malasan dan masih menunggu instruksi dokter, perawat masih belum memahami tugasnya dan kurang kompak dikarenakan hand scoon dan plastik bekas infuse setelah melakukan tindakan masih berserakan, perawat kurang menghargai teman sekerja dikarenakan datang terlambat pada saat pertukaran shift sehingga temanya terpaksa menunggu ia datang serta banyak perawat yang datang dan pulang tidak on time. Selain itu juga dalam melakukan tindakan perawat tidak memperkenalkan diri kepada pasien, setelah selesai melakukan tindakan perawat tidak memberikan informasi kepada pasien, perawat tidak menegur keluarga pasien yang merokok di ruangan, perawat juga lambat datang ketika pasien minta tolong, perawat tidak pernah memberikan saran-saran kepada pasien maupun kepada keluarga pasien, pasien kurang puas dikarenakan kurangnya perhatian perawat, kurangnya kerjasama perawat terutama pada shif malam, dan perawat tidak pernah memberitahu aturan-atuaran yang ada di IGD kepada pasien maupun keluarga pasien.

Bagi pihak pengambil kebijakan dan penyusunan perencanaan program pengembangan rumah sakit dalam upaya peningkatan kinerja khususnya di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu hendaknya dapat memperbaiki budaya kerja perawat yang masih rendah dengan meningkatkan disiplin perawat dalam kehadirannya di tempat tugas,  dapat memberikan pelatihan kepada perawat tentang pembuatan laporan atau asuhan keperawatan secara lengkap, dapat memberikan penjelasan tentang Tupoksi perawat agar mereka memahaminya tugasnya secara baik dan benar. Bagi kepala ruangan IGD diharapkan dapat memperbaiki permasalahan yang terjadi di ruang IGD RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu seperti pembuatan asuhan keperawatan yang lengkap dan mendetail, memberikan sanksi yang tegas bagi perawat yang datang dan pulang tidak tepat waktu, serta dapat memberikan pemahaman tentang Tupoksinya, agar perawat dapat lebih baik dalam bekerja

Kata Kunci:  Budaya Kerja, Perawat, Kejujuran, Inisiatif, Tanggung Jawab, Kerja Sama, Disiplin.

http://lubmazreserach.wordpress.com

Contact person. 081273221213

Iklan

41 pemikiran pada “TESIS : BUDAYA KERJA PERAWAT DI RUANG IGD RSUD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s