RSS

PROGRAM JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT (JAMKESMAS) DI DINAS KESEHATAN

23 Feb

ABSTRACT

 

         This study aims to determine the Jamkesmas Program Evaluation in terms of health care, management, and implementation of funding and to determine the factors inhibiting the implementation of medical treatment.

This research is a qualitative descriptive study. Informants in this study Jamkesmas Team Is Bengkulu Provincial Health Office 3 people, business Jamkesmas Hospital Dr. M Yunus Bengkulu 1 person and 10 patients on referral services Bengkulu province Jamkesmas out of 10 districts/municipalities in the province of Bengkulu. The technique of determining informant pourposive sampling method. Processing and analysis of data using the data of data reduction, data presentation, and conclusion. In this study, researchers used a technique authenticity of data source triangulation and triangulation techniques.

Health services at primary health care level has been running well, whereas in advanced health services are still not able to satisfy the patient. This means that health services can not be implemented as standard and Management Jamkesmas program implementation is not optimal views of the referral has been running out of province but cover letters decision difficult because the patient’s family and the requirement is too much bureaucracy and too long distance remote offices that issue licenses and Funding primary health care and referral health services have not been put to good use. This is caused by a lack of human resources, lack of technical capacity and location of facilities management services that are difficult to reach. While the operational funds are put to good use.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRAK

 

Peran, tugas dan fungsi Tim Pengelola dan Tim Koordinasi Provinsi/Kabupaten/Kota tahun 2010 dirasakan masih belum dapat berjalan secara optimal. Kendala yang dihadapi adalah operasional kegiatan seperti kegiatan sosialiasi, advokasi, monitoring, evaluasi dan pelaporan dalam keuangan serta kinerja pelayanan kesehatan masih belum berjalan sebagaimana seharusnya. Oleh karena itu perlu komitmen daerah dalam pelaksanaan program Jamkesmas dan Jamkesda secara harmonis, dan menghindari duplikasi anggaran. Munculnya kendala di atas, mengindikasikan bahwa masih belum optimalnya program Jamkesmas di Provinsi Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Evaluasi Pelaksanaan Program Jamkesmas ditinjau dari pelayanan kesehatan, manajemen pelaksanaan dan pendanaannya dan untuk mengetahui faktor-faktor penghambat pelaksanaan Program Jamkesmas.

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini Tim Pengelola Jamkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu 3 orang, Pengelola Jamkesmas RSUD Dr. M Yunus Bengkulu 1 orang dan 10 orang pasien pengguna pelayanan Rujukan Jamkesmas ke luar Provinsi Bengkulu dari 10 kabupaten/kota se provinsi Bengkulu. Teknik penentuan informan menggunakan metode pourposive sampling. Pengolahan dan analisis data menggunakan data data reduksi, penyajian data, dan  penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik keabsahan data triangulasi sumber dan triangulasi teknik.

Hasil penelitian menunjukkan Pelayanan kesehatan di tingkat pelayanan kesehatan dasar sudah berjalan baik, sedangkan pelayanan kesehatan di tingkat lanjut masih belum dapat memuaskan pasien. Di samping itu sistem rujukan yang belum berjalan secara terstruktur dan berjenjang menyebabkan Rumah Sakit M. Yunus menjadi Puskesmas Raksasa, terjadi penumpukan pasien dengan kasus pelayanan kesehatan dasar dan Manajemen pelaksanaan program Jamkesmas belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari rujukan keluar provinsi sudah berjalan tetapi pengambilan surat pengantar menyulitkan keluarga pasien karena syarat yang terlalu banyak dan birokrasi yang terlalu panjang serta jarak kantor yang mengeluarkan izin berjauhan. Laporan tahunan dan Rekapitulasi laporan masih terlihat kurangnya komitmen Puskesmas, Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan Kabupaten/kota dalam menginput data, pemegang program Jamkesmas juga masih menjadi penanggungjawab program yang lain. Sosialisasi program Jamkesmas, bimbingan tekhnis, monitoring dan evaluasi masih sangat kurang serta pendanaan pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan kesehatan rujukan belum dimanfaatkan dengan baik. Hal ini disebabkan karena kurangnya Sumber daya Manusia, Kurangnya kemampuan tekhnis pengelola dan letak fasilitas pelayanan yang sulit di jangkau. Sedangkan dana operasional sudah dimanfaatkan dengan baik.

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Februari 2013 in hasil penelitian

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 912 pengikut lainnya.