RSS

Arsip Bulanan: Maret 2011

HUBUNGAN KARAKTERISTIK PENDERITA STROKE DENGAN KETAHANAN HIDUPNYA YANG DIRAWAT DI RUANGAN UNIT STROKE RSUD

ABSTRAK

by. Nelis Mawarni

Stroke merupakan semacam penyakit yang mengakibatkan tingkat kelumpuhan dan kematian tinggi. Antara 10 dan 20 persen penderita akan meninggal dunia pada hari pertama setelah mengalami stroke, 25-33 persen penderita meninggal dalam waktu 3 pekan setelah  terserang penyakit tersebut, dan tingkat kematian akan menurun setelah  3 pekan. Hanya 15 sampai 40 persen penderita stroke dapat bertahan hidup dalam 5 tahun. Sedangkan 75 persen penderita akan menjadi cacat seumur hidup. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik penderita stroke dengan ketahanan hidupnya yang dirawat di ruangan unit stroke Rumah sakit Umum Daerah Dr.M Yunus Bengkulu Tahun 2008.

Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik, pelaksanaan penelitian ini dilakukan di ruangan unit stroke Rumah sakit Umum Daerah Dr.M Yunus Bengkulu dan sample dalam penelitian ini adalah total sampling.

Dari hasil penelitian ditemukan bahwa penderita stroke mempunyai ketahanan hidup sesudah satu tahun berjumlah 171 orang (91%), sebelum satu tahun 17 orang (9%). Penderita stroke mempunyai umur > 50 tahun berjumlah 130 orang (69,1%), <50 tahun 58 orang (30,9%). Penderita stroke berjenis kelamin laki-laki berjumlah 109 orang (58%), perempuan 79 orang (42%). Penderita stroke menderita stroke Non Hamorragik berjumlah 132 orang (70,2%), stroke Hemorragik 56 orang (29,8%). Penderita stroke tidak menderita diabetes melitus berjumlah 134 orang (71,3%), menderita diabetes melitus 54 orang (28,7%). Penderita stroke menderita hipertensi berjumlah 118 orang (62,8%) tidak tidak menderita hipertensi 70 orang (37,2%). Terdapat hubungan antara ketahanan hidup dengan umur pada penderita stroke, terdapat hubungan antara ketahanan hidup dengan jenis kelamin pada penderita stroke, terdapat hubungan antara ketahanan hidup dengan jenis stroke pada penderita stroke, terdapat hubungan antara ketahanan hidup dengan diabetes mellitus pada penderita stroke, terdapat hubungan antara ketahanan hidup dengan hipertensi pada penderita stroke di ruang unit stroke Rumah Sakit Umum Daerah Dr. M. Yunus Bengkulu (p value).

Diharapkan kepada perawat ruangan agar memberikan pendidikan kesehatan kepada penderita stroke agar penyakit yang diderita tidak menjadi lebih parah

Kata kunci : Karakteristik Penderita Stroke, Ketahanan Hidup.

Terima Kasih Telah Berkunjung ke Situs http://lubmazreserach.wordpress.com.

cell phone 081273221213

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 Maret 2011 in Uncategorized

 

Analisis Proses Pelaksanaan Rujukan Peserta Asuransi Kesehatan (ASKES) Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pada Rawat Jalan Tingkat Pertama Di UPTD Puskesmas

ABSTRAK

By Syaiful Anwar

Pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh peserta atau claim ratio kepesertaan wajib PT. Askes pada beberapa tahun terakhir ini selalu berada diatas 80%. Keadaan ini akan menyulitkan PT.Askes, untuk itu perlu diupayakan pengendalian pelayanan dan pengendalian biaya oleh Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK), terutama dalam upaya menekan rasio rujukan rawat jalan tingkat pertama yang dilakukan oleh dokter primer di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan rujukan peserta Askes PNS pada rawat jalan tingkat pertama di UPTD Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu Tahun 2010

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif memakai data primer dengan pendekatan pola concurrent uitilasi review. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam (indepth interview) menggunakan panduan wawancara, alat tulis dan alat bantu rekam (tape recorder). Informan dalam penelitian ini adalah petugas puskesmas yang terlibat dalam proses rujukan (referral) yaitu petugas bagian pendaftaran, tata usaha, penanggung jawab program Askes Puskesmas, dokter umum, dokter gigi dan kepala Puskesmas yang berjumlah 6 (enam) orang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif yang terdiri dari data reduction, data display, dan data conclusion drawing/verification. Teknik Keabsahan Data dalam penelitian ini dilakukan tehnik Triangulasi sumber.

Hasil penelitian yang ditemukan proses pelaksanaan rujukan di UPTD Puskesmas Lingkar Timur sudah berjalan sesuai prosedur yang ada, namun dalam pelaksanaanya masih ada pemberian rujukan kepada pasien tanpa indikasi medis atau tanpa melalui proses yang seharusnya. Maka dapat  diindikasikan proses pelaksanaan rujukan yang dilakukan UPTD Puskesmas Lingkar Timur belum berjalan dengan maksimal, artinya pelaksanaanya belum sesuai prosedur, hal ini dikarenakan masih adanya pemberian rujukan kepada pasien tanpa indikasi medis atau tanpa melalui proses yang seharusnya.

Kata Kunci : Proses Pelaksanaan Rujukan

Terima Kasih Telah Berkunjung ke Situs http://lubmazreserach.wordpress.com.

cell phone 081273221213

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 Maret 2011 in Uncategorized

 

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KUNJUNGAN NEONATAL DI PUSKESMAS

ABSTRAK

by; Tuti Linggawati

Hasil wawancara pada petugas Puskesmas, mengatakan ibu melakukan kunjungan neonatal saat bayi usia 0-7 hari saja. Pada kunjungan neonatal kedua pada usia 8-28 hari banyak ibu tidak melakukan kunjungan ke Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu, kunjungan neonatal dan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan kunjungan Neonatal.

Metode penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang melahirkan di wilayah kerja Puskesmas Kota Tais bulan Januari – Mei tahun 2009 yang berjumlah 90 orang. Teknik pengambilan sampel diambil secara total sampling. Pengambilan sampel ini dengan cara mendatangi ibu yang melahirkan bulan Januari – Mei 2009 di wilayah kerja Puskesmas Kota Tais Kabupaten Seluma. Maka dari itu peneliti mengambil sampel keseluruhan dari populasi yang berjumlah 90 orang.

Hasil penelitian menunjukkan dari 90 responden 47 orang memiliki pengetahuan kurang dengan interval skor < mean dan 43 orang pengetahuan baik dengan interval skor ≥ mean, dan dari 90 responden 55 responden kunjungan neonatal tidak lengkap dengan jumlah kunjungan 1 kali dan tidak pernah sama sekali, sedangkan 35 responden kunjungan neonatal lengkap dengan jumlah kunjungan 2 kali. Hasil uji statistik chi square yate’s correction ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kunjungan neonatal.

Bagi Puskesmas dapat dijadikan sebagai masukan terutama program KIA/KB tentang permasalahan dalam kunjungan Neonatal, sehingga dapat lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terutama pada ibu-ibu yang mempunyai bayi neonatal.

Kata Kunci: Pengetahuan, Kunjungan Neonatal, Puskesmas Kota Tais

Terima Kasih Telah Berkunjung ke Situs

http://lubmazreserach.wordpress.com

cell phone : 081273221213

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Maret 2011 in Uncategorized

 

HUBUNGAN PERILAKU MENGURAS, MENUTUP, DAN MENGUBUR (3 M) PADA MASYARAKAT DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS

ABSTRAK

By. Marlenti / XI,  Hal 34, Tabel 7, Lampiran 7

Kejadian DBD tahun 2008 sebesar 2 orang, hal ini disebabkan oleh karena masih rendahnya perilaku masyarakat dalam pengendalian dan pemberantasan sarang nyamuk penyebab DBD. Penulisan ini bertujuan mengetahui perilaku 3 M  dan  kejadian DBD serta mengetahui hubungan perilaku 3 M dengan kunjungan Neonatal.

Perilaku Menguras, Menutup, dan  Mengubur (3 M)  merupakan perilaku masyarakat berupa tindakan memberantas sarang nyamuk Aedes Aegepty. Demam berdarah dengue adalah penyakit infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypty.

Metode penulisan cross sectional. Populasi pasien yang berkunjung ke Puskesmas Rimbo Kedui. Penulisan ini menggunakan metode accidental sampling, dimana penulisan ini hanya dilakukan  dengan mengambil kasus atau responden yang kebetulan ada atau tersedia. Adapun sampel yang diteliti sebanyak 50 orang dengan kriteria

Hasil penulisan menunjukkan dari 50 responden sebanyak 31 perilaku baik, dari 50 responden sebanyak 42 Demam Berdarah Dengue Negatif dan Ada hubungan yang signifikan antara perilaku Menguras, Menutup, dan Mengubur (3 M) dengan Demam Berdarah Dengue.

Diharapkan dapat dijadikan masukan bagi Puskesmas Rimbo Kedui untuk mengatasi permasalahan yang terajdi dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang tanda dan gejala demam berdarah, agar dapat segera diketahui dan diberi tindakan pengobatan, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya kematian.

Kata Kunci: Perilaku 3 M, Demam Berdarah Dengue, Puskesmas Rimbo

Terima Kasih Telah Berkunjung ke Situs

http://lubmazreserach.wordpress.com

cell phone : 081273221213


 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 12 Maret 2011 in Uncategorized

 

GAMBARAN PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN PADA PASIEN YANG MENGALAMI GANGGUAN HALUSINASI DI RUANG MURAI RSJKO

ABSTRACT

By. L u s i a n a

Halusinasi merupakan gejala utama yang terjadi pada klien dengan skizofrenia. Halusinasi adalah persepsi yang salah atau palsu tetapi tidak ada rangsang yang menimbulkannya atau tidak ada objeknya. Survey awal yang penulis lakukan didapat bahwa perawat hanya memberikan penanganan lewat obat‑obatan saja tanpa melakukan tindakan pemutusan halusinasi klien sesuai dengan TUK 1 sampai TUK 5.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tindakan penatalaksanaan keperawatan jiwa pada pasien yang mengalami gangguan halusinasi oleh perawat di RSJKO Soeprapto Bengkulu 2009. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan lembar checklist, yang dilaksanakan di RSJKO Soeprapto Bengkulu 2009. Teknis analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif, pengambilan data yang dilakukan dengan menggunakan data primer, pelaksanaan penelitian ini dilakukan di RSJKO Soeprapto Bengkulu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di ruang Murai RSJKO Soeprapto Bengkulu dan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (64,3%) dalam melakukan TUK I tidak sesuai prosedur, sebagian besar responden (71,4%) dalam melakukan TUK II tidak sesuai prosedur, sebagian besar responden (57,1%) dalam melakukan TUK III  tidak sesuai prosedur, seluruh responden (100%) dalam melakukan TUK IV  sesuai prosedur dan hampir seluruh dari responden (100%) dalam melakukan TUK V sesuai prosedur. Hendaknya perawat lebih meningkatkan upaya tindakan yang tergolong dalam membina hubungan saling percaya dengan klien dengan tahapan yang ada sesuai prosedur terutama dalam TUK 1 sampai TUK 5.

Terima Kasih Telah Berkunjung ke Situs

http://lubmazreserach.wordpress.com

cell phone : 081273221213


 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Maret 2011 in Uncategorized

 

HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN (HB) DENGAN KESEGARAN JASMANI SISWA PUTERA SLTP NEGERI

ABSTRAK

By. Elda Faniza

Hemoglobin merupakan protein utama dalam tubuh manusia yang diketahui berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan perifer dan mengangkut karbondioksida dari jaringan perifer ke paru-paru. Kesegaran jasmani sangat dipengaruhi oleh kadar hemoglobin, apabila kadar hemoglobin tidak normal maka kebutuhan akan energi untuk melakukan kegiatan fisik akan berkurang.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin (Hb) dengan kesegaran jasmani pada siswa putera SLTP Negeri I Tanjung Iman Kecamatan Kaur Tengah Kabupaten Kaur, sedangkan secara khusus penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui kadar hemoglobin (Hb) siswa putera SLTP Negeri I Tanjung Iman, (2) untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani siswa putera SLTP Negeri I Tanjung Iman,(3) untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin (Hb) dengan kesegaran jasmani siswa putera SLTP Negeri I Tanjung Iman. Penelitian ini dilaksanakan di SLTP Negeri I Tanjung Iman Kecamatan Kaur Tengah Kabupaten Kaur pada bulan Juni – Juli 2009.

Metode penelitian yang digunakan adalah Survei Analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putera kelas II SLTP Negeri I Tanjung Iman. Sampel penelitian ini berjumlah 39 orang yang di ambil secara purpusive sampling yaitu pada kelas II. Data diolah secara univariat dan bivariat dengan bantuan SPSS. Teknik analisa data dilakukan dengan perhitungan statistik Uji korelasi Product Moment.

Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data yang telah dilakukan, maka diperoleh nilai sebagai berikut: Rata-rata kadar hemoglobin siswa SLTP Negeri I Tanjung Iman adalah13,7 termasuk kategori normal dan Rata-rata kesegaran jasmani siswa SLTP Negeri I Tanjung Iman adalah 11,6 termasuk kategori sedang. Hasil uji statistik korelasi product moment antara kadar hemoglobin dengan kesegaran jasmani diperoleh angka 0,391 yang menunjukkan hubungan yang tidak erat atau lemah. Agar selalu membina dan memelihara tingkat kesegaran jasmani dengan melakukan latihan olahraga secara  rutin dan teratur.

Kata kunci : Kadar Hemoglobin, Kesegaran Jasmani

http://lubmazreserach.wordpress.com

cell phone : 081273221213

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Maret 2011 in Uncategorized

 

HUBUNGAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA IBU BERSALIN DI RUANG KEBIDANAN RSUD

ABSTRAK

By. Purnawati

Data di ruang C1 kebidanan RSUD Dr. M. Yunus pada tahun 2007 sebanyak 1.151 persalinan dan sebanyak 707 (61,42%) ibu mengalami ruptur perineum, sedangkan pada tahun 2008 sebanyak 1.388 persalinan dan sebanyak 809 (58,28%) ibu mengalami ruptur perineum. Komplikasi ruptur perineum mengakibatkan perdarahan, infeksi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan berat badan bayi baru lahir dengan kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin di ruang C1 Kebidanan RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu tahun 2009. Metode penelitian menggunakan survei analitik cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di ruang C1 Kebidanan RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu pada tahun 2008 yang berjumlah 1.388 ibu bersalin. Sampel diambil sebesar 163 ibu bersalin. Tehnik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan cara acak sistematis. Pengambilan data diambil dari data sekunder yaitu data jumlah ibu bersalin dan dirawat yang tercatat di register ruang CI Kebidanan RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu tahun 2008, instrumenya adalah check list. Data diolah dengan distribusi frekuensi dan dengan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar 115 bayi baru lahir dengan berat badan < 4000 gr, sedangkan lebih setengah ibu bersalin 117 tidak mengalami ruptur perineum. Hasil uji chi-square didapat nilai p < 0.05, sehingga dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara lingkar kepala bayi baru lahir dengan ruptur perineum pada ibu bersalin di ruang C1 Kebidanan RSUD Dr. M. Yunus pada tahun 2008. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman atau acuan petugas kesehatan khususnya bidan dalam memberikan pelayanan kepada pasien terutama pelayanan persalinan dengan ruptur perineum. Kata Kunci: berat badan, ruptur perineum, RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu

http://lubmazreserach.wordpress.com

cell phone : 081273221213

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 12 Maret 2011 in Uncategorized

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 809 pengikut lainnya.